Kebangkitan Dunia Literasi



Senang rasanya punya mitra sejalan. Sama-sama berupaya mencerdaskan rakyat Indonesia lewat literasi dan ini juga merupakan yang sedang diperjuangkan Forum Lingkar Pena (FLP).

Salah satu upaya pencerdasan bangsa lewat literasi ini baru saja bergulir Ahad 6 Oktober 2019. Acara yang bertemakan Remaja Milenial Berbincang Minat Baca dan Kecerdasan Literasi ini diselenggarakan oleh KBBK Titian Insan Cemerlang (TIC). Berbagai kalangan yang menghadairi acara ini, ada mahasiswa, orang tua, maupun aktivis literasi. 

"Untuk memaksimalkan fungsi smartphone, orang tua perlu memberi tujuan pada anak-anak. Fungsi HP bisa dimaksimalkan dengan pemberian tujuan, mengarahkannya pada hal-hal yang positif. Tidak kalah penting teladan orang tua juga berperan di sini," jelas Dani Akhyar (Kepala CSR PT Smartfren Telecom)

Senada dengan mas Dani, Chika panggilan akrab dari Chandrika bahwa teladan orang tua amat penting sekali. "Bagaimana anak mau mempunyai minat baca yang tinggi, bila orang tuanya sibuk main games," jelas penulis muda ini. Chika yang usianya relatif masih muda ini, memang benar-benar menarik perhatian. Uraian dan penjelasannya seolah melebihi dari usia yang sebenarnya. Dia berucap, "Jika ingin meningkatkan minat baca anak atau remaja, kita harus berlomba pada fasilitas handphone yang mengasyikkan. Harus bersaing dengan games, music dan film."

Perpusnas RI di hari Ahad, itu benar-benar bertabur bintang, mas Edy Fajar aktivis literasi menceritakan perjuangannya membuat rumah baca dan memberikan masukan kepada para penanya. Salah seorang mahasiswa IPDN bertanya, "Saya juga memperjuangkan minat baca anak-anak, mendirikan rumah baca. Saya ajak anak-anak kecil untuk membaca bersama, tapi orang tuanya yang pemulung melarangnya. Karena tidak ada untungnya berkumpul dan membaca bersama. Bagaimana dengan menjelaskan masalah ini?"

Mas Edi menjawab, "Memang perlu perjuangan dan proses yang tidak sebenatar. Kalo saja sudah ada yang berhasil satu orang saja, tentu ini akan berpengaruh pada yang lain. Para ibu pun awalnya juga bertanya-tanya sangsi ketika diminta untuk berkumpul. Tetapi begitu ada seorang ibu yang berhasil, banyak yang bertanya dan sekarang banyak ibu yang berkumpul membuaat prakarya dari sampah plastik. Misalnya membuat tas dari bungkus kopi bekas. Memang yang keren kalo punya modal, anak pemulung belajar bersama dan pendapatan hariannya memulung, kita yang bayarin. Kita didik anak itu sampai berhasil."

"Sebagai penulis, ada saja saat-saat stuck, seperti kehabisan ide. Kalo saya pergi ke luar menemui teman-teman, tukar pikiran dan ngadakan perjalanan. Itu yang saya lakukan ketika kehabisan ide, insyaAllah akan dapat ide baru," jelas Alya Nabila (None Buku DKI Jakarta).

Acara yang ditutup dengan pembagian door prize dan foto-foto ini usai kurang lebih pukul 12.30 (arya noor amarsyah)
Kebangkitan Dunia Literasi Kebangkitan Dunia Literasi Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on Wednesday, October 09, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.