Kisah Si Pencuri Ingatan

memories hunter
Menikmati Masa Dengan Membaca Kisah Misteri
Judul               : Memories Hunter
Penulis             : Syahrul Kai
Penerbit           : CV Jejak
Terbit               : Mei, 2018
Tebal               : 378 halaman

Seorang penulis haruslah pandai mengikat ide yang muncul secara tiba-tiba. Jika tidak segera diabadikan dalam tulisan, ide secemerlang apa pun akan hilang tanpa jejak. Bagi seorang penulis, ide bisa datang tanpa melihat waktu dan tempat. Ide tersebut banyak ragamnya, mulai dari yang biasa atau sederhana, sampai yang unik atau jarang terpikirkan oleh banyak orang.

Penulis Memories Hunter berhasil mengabadikan ide unik sehingga ia menjadikan novel ini menarik untuk dibaca. Novel mengisahkan seorang tokoh utama, yang memiliki 2 karakter. Karakter pertamanya adalah Satya Purnama, yaitu seorang mahasiswa yang bersikap dingin kepada semua orang. Karakter keduanya adalah Kai (si Memories Hunter), yaitu karakter yang ditakuti oleh semua orang karena memiliki kemampuan mengambil ingatan orang lain.

Dalam cerita, tak ada satu pun orang yang mengetahui identitas asli Kai ataupun Satya. Orang-orang di sekitarnya hanya mengenal Satya, si mahasiswa yang dingin, tanpa mengetahui bahwa ia juga si Memories Hunter yang ditakuti.

Tugas Kai adalah mencuri ingatan siapa pun yang diinginkan oleh kliennya. Setelah tugasnya selesai, Kai akan mendapatkan bayaran besar atas pekerjaannya tersebut.

Suatu hari, Kai mendapat tugas dari seorang klien yang berkedudukan sebagai seorang pejabat di kota tempat ia tinggal. Pejabat tersebut ingin menyingkirkan seorang karyawan perusahaannya karena tanpa sengaja ia mengetahui sebuah rahasia penting si pejabat.

Kai pun melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun sayang, ia justru menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya. Penyesalan tersebut membawanya pada sebuah dendam dan berbalik menyerang pejabat yang menjadi kliennya tadi. Akhirnya terjadilah sebuah pertarungan yang tak terelakkan lagi.

Bab-bab awal novel ini sempat membuat saya kurang menikmati jalan ceritanya karena alur yg kurang rapi. Saya mulai menikmati setiap adegannya begitu saya sampai di pertengahan cerita. Pada bagian ini, penulis mengisahkan pertemuan kembali Satya dengan Yovie (sahabat lamanya), memasukkan banyak adegan laga, dan membuat alur ceritanya mulai teratur.

Memori masa lalu Satya tentang kedua orang tua serta kisah persahabatannya dengan Yovie dan Ika cukup menambah cerita novel ini jadi menarik untuk diikuti. Sebuah kisah misteri persahabatan ini memilukan serta memiliki akhir cerita yang tragis dan mampu membuat saya penasaran.

Sebagai pembaca, saya masih menemukan kata-kata atau kalimat-kalimat yang penulisannya masih belum tepat dan salah ketik. Saya juga masih melihat susunan kata yang tidak perlu. Selain ide cerita yang menarik, tampilan fisik novel ini pun patut mendapat nilai lebih dengan desain sampul yang memesona dan pemilihan jenis huruf yang nyaman di mata.

Salut dengan Syahrul Kai, penulis novel ini. Meskipun Syahrul Kai merupakan anggota baru di FLP Jakarta, ia berhasil menuntaskan novel yang penulisannya membutuhkan napas panjang. Semoga karyanya ini bisa memotivasi kita semua untuk terus menulis dan menghasilkan sebuah karya yang semakin baik ke depannya.

Penulis: Nia Hanie Zen
Editor: Aulia Nurdini
Kisah Si Pencuri Ingatan Kisah Si Pencuri Ingatan Reviewed by FLP cabang Jakarta on 11:29 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.