Al-Gumaisha



Al-Gumaisha, shahabiyah yang mudah menangis. Menangis karena cinta dan kecintaannya terhadap Islam, menangis karena cintanya kepada Allah SWT dan cintanya kepada Rasulullah SAW. Beliau adalah wanita surga yang kakinya menapak di dunia bahkan Rasulullah SAW pun bersabda tentangnya:

“Aku masuk ke dalam surga lalu mendengar suara langkah kaki berjalan. Kemudian aku bertanya ‘Siapakah itu?’ Lalu malaikat menjawab,’Itu adalah Al Ghumaisha putri Malhan.’ (HR. Muslim). 

Bagaimana tidak? Beliau (Al Ghumaisha) merupakan perantara masuk islamnya Abu Thalhah, suaminya. Sebelum mereka menjadi sepasang kekasih halal, saat Abu Thalhah ingin melamar Ghumaisha.

Dari Tsabbit Al bantani dari Annas:

Ghumaisha berkata, “Demi Allah orang sepertimu tidak mungkin ditolak. Hanya sayangnya kamu adalah seorang kafir, aku tidak mungkin memilihmu menjadi seorang suami sementara aku adalah seorang muslimah. Tidak halal

bagiku menikah denganmu. Jika kamu masuk agama Allah (Islam), itu adalah mas kawinku, aku tidak akan meminta yang lain darimu.”

Setelah itu, Abu Thalhah menjadikan Islam sebagai mas kawinnya untuk Ghumaisha dan menjual kebun kurmanya yang berada di Madinah untuk kemajuan Islam.

Subhanallah, muslimah teladan dengan tauhid yang haq tak melepas keimanan ketika berhadapan dengan seorang kafir yang ingin melamarnya. Sebaliknya beliau memperantarakan jalan surga untuk Abu Thalhah hingga beliaupun mendapat kabar gembira bahwa dia adalah wanita surga yang jasadnya masih di bumi.

Selain itu, beliau adalah ibu daripada para penghafal Al-Qur’an yang kesabarannya luar biasa, dalam musibah dan keadaan berduka ia masih tetap taat pada suaminya Abu Thalhah.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit, ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal.

Lalu Abu Thalhah kembali dan bertanya, “bagaimana anakku?”

“Dia dalam keadaan sangat tenang,” jawab Al Ghumaisha seraya menghidangkan makan malam kepada suaminya.

Selanjutnya Ghumaisha pun makan dengannya, kemudian melakukan tugasnya sebagai seorang istri.

Seorang muslimah yang patut menjadi teladan, tak melerai keimanan dalam goncangan, tegas, sabar namun tetap berhati lembut. Ialah Ummu Sulaim Binti Milhan.


Oleh : Bintu Khansa
Al-Gumaisha Al-Gumaisha Reviewed by FLP cabang Jakarta on 9:48 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.