Hadits Ummu Qais



Bismillah                       



Hadits Ummu Qais         
             

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة

Dari Amiril Mukminin Umar Abu Hafshah ibn Khathab rah. berkata: Aku mendengar, Rasul Allah saw bersabda:
Sesungguhnya tiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. 
 (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .        
              
Hadist tersebut disebut Hadits Ummu Qais karena asbabul wurudnya adalah tentang sesorang yang pergi dari makkah ke madinah untuk mengejar cinta seorang wanita yang bernama Ummu Qais                       

Maka, bukannya memperoleh ganjaran Hijrah, ia hanya (mungkin) memperoleh cinta Ummu Qais.
Alangkah ruginya pemuda itu seandaian ia bertepuk sebelah tangan. Cinta sang wanita tidak diperolehnya, apalagi Ridha Allah karena Hijrah.

Padahal ia sudah banyak berkorban. Tetapi pengorbanannya tak ada nilainya.                       

Begitu juga kita. Kita yang sudah bekerja banting tulang, berbuat dengan mengorbankan pikiran, harta, keringat, emosi. Tetapi semua tidak ada nilainya. Dan kita tidak mendapatkan apa-apa.                        

Naudzu billahi min dzalika                       

Maka keikhlasan adalah hal yang mutlak harus kita miliki dalam setiap pekerjaan                       

Hanya Allah-lah tujuan kita berbuat                       

Kita bekerja mencari uang, untuk memberi makan anak istri agar mereka beribadah kepada Allah.                       
Itu tidak sia sia                       

Perkerjaan yang tidak sia-sia adalah pekerjaan yang disertai niat yang ikhlash                        

Ikhlash bukannya tanpa pamrih, tetapi ikhlash adalah pekerjaan yang semata-mata mengharap ridha Allah.                       

Ikhlash itu inti dari Islam sendiri. Sesuatu hal yang paling berat/sulit untuk dilakukan oleh manusia.                       

Yuk kita belajar ikhlas.                       
Jangan harapkan bayaran dari manusia. harapkan aja bayaran dari Allah                        

Yuk kita belajar ikhlas                     
Jangan harapkan pujian dari manusia, harapkan aja pujian dari Allah                       

Yuk kita belajar ikhlash                       
Jangan takut celaan orang lain, takutlah celaan Allah saja.                       
Jangan jadikan perbuatan kita sendiri sia-sia. hiasilah ia dengan keikhlasan                       

Para ulama banyak sekali yang mendefinisikan kata ikhlash, tetapi saya suka Definisi Syaikh Zainuddin Al Malibary 
                      
”Iimaanu mar-in laa  yakuunu takaamalaa,
hatta taraa naasaan bi-ibili mutstsilaa”

(Iman seseorang tidak akan sempurna, sampai tidak membedakan antara dilihat orang atau unta).                       

Kerenanya ciri orang yang ikhlash adalah Istiqamah. Tidak bangga dengan sanjungan orang, dan tetap konsisten walau banyak yang mencela.                       

Semoga kita bisa menjaga keikhlasan.                       

Aamiin                     
 
Wallahu Alam
Hadits Ummu Qais Hadits Ummu Qais Reviewed by Ahmad Lamuna on 9:58 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.