Denny dan Shalat Asharnya



Denny dan Shalat Asharnya

Pembeli adalah raja. Konsumen, klien dan posisi sejenisnya adalah raja.  Hari Ahad kemarin (9 Juli 2017), kami (saya, mas Busan dan Chui) berada di dalam posisi sebagai raja.

Kami menyewa mobil online yang akan mengantarkan ke daerah Depok. Perjalanan yang akan ditempuh dari daerah Ketapang, Tangerang hingga Depok bisa memakan waktu antara satu setengah jam hingga dua jam.

Denny sang supir, sebelum mengantarkan kami meminta izin, “Mbak, mas…perjalanan kita khan memakan waktu sekitar satu setengah jam hingga dua jam, boleh ga saya izin untuk menunaikan shalat Ashar dulu?”

Dengan serta merta kami mengizinkannya.

Kami memang raja. Tapi Denny tahu Raja yang sesungguhnya, Raja dari para raja, Allah swt.

Kami memang raja yang harus dipenuhi keperluannya, kepentingan dan permintaannya. Bila tidak dipenuhi, maka kami tidak akan memberikan bayaran sedikit pun, bahkan kami bisa saja marah.

Tapi Denny lebih memilih untuk mendahulukan permintaan Raja dari para raja. Jika permintaan Raja ini diabaikan, berbagai kemungkinan terburuk dapat menimpa Denny. Karena Raja ini Maha Kuasa. Dia dapat berbuat apa saja sekehendak-Nya dan tidak seorang pun yang dapat menghalangi atau mencegah-Nya.

Mungkin bagi sebagian supir online, pembatalan transaksi konsumen lebih dikhawatirkan. Tapi tidak bagi Denny. Allah lebih didahulukan ketimbang delapan hal yang terdapat di dalam surat At-Taubah:24, yang diantaranya adalah “harta kekayaan yang kamu usahakan dan perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya”

Harta kekayaan yang diusahakan dan diperoleh secara halal, bukan sesuatu yang dilarang. Bahkan diperintahkan. Tapi Allah mengajarkan bahwa hal itu bukan merupakan prioritas pertama dan utama.

Ancaman bagi mereka yang meninggalkan shalat Ashar, cukup keras.

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar, maka terhapuslah amalannya.” HR. Bukhari no. 553, An-Nasa’i 1/83 dan Ahmad 5/349.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Yang tampak dari hadits ini – dan Allah lebih mengetahui tentang maksud Rasul-Nya- adalah bahwa yang dimaksud ‘meninggalkan’ ada dua kondisi. Pertama, meninggalkan shalat secara keseluruhan, tidak melaksanakan shalat sama sekali. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya seluruh amal. (Kondisi ke dua), meninggalkan shalat tertentu di hari tertentu. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya amal di hari tersebut. Terhapusnya amal secara keseluruhan adalah sebagai balasan karena meninggalkannya secara keseluruhan, dan terhapusnya amal tertentu adalah sebagai balasan karena meninggalkan perbuatan tertentu.” (Dikutip dari Ash-Shalah wa Hukmu Taarikiha hal. 43-44)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
«الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»
Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.” HR. Bukhari no. 552 dan Muslim no. 200, 626
Beruntung sekali Denny....
Bagi sebagian orang terlambat sampai di sekolah, kampus atau kantor merupakan sesuatu yang amat ditakuti. Tapi bagaimana sikap mereka, bila terlambat menunaikan shalat?

Bagi penggemar nasi uduk, mereka tidak ingin kehabisan makanan favoritnya. Bila waktu sudah agak siang, mereka akan bergegas ke penjual nasi uduk. Akan tetapi bagaimana sikap mereka, bila waktu shalat hampir habis? Apakah mereka terburu-buru menuju tempat berwudhu’ dan bergegas untuk menunaikan shalat?

Denny yang tinggal di daerah Kali Malang, begitu amat memperhitungkan lamanya perjalanan yang akan ditempuh. Sikapnya ini benar-benar ‘menyentil’ siapa saja, terutama yang berada di kota metropolitan yang aktivitas sehari-harinya tidak terlepas dari perjalanan. Perjalanan yang kerap kali membutuhkan waktu yang cukup lama agar sampai di tujuan, baik karena jarak tempuh yang jauh maupun karena kemacetan dalam perjalanan.

Bila keluar kantor pukul lima sore. Perjalanan menuju rumah memakan waktu dua jam. Bagaimana jika kita menghadapi masalah ini?

Semoga Allah senantiasa membuat Denny istiqomah dalam amal shalih dan semoga Allah membuka hati kita untuk selalu berusaha berbuat baik. Aamiin. 

sumber image:https://1.bp.blogspot.com 
dan https://wongndeso1994.files.wordpress.com   


Denny dan Shalat Asharnya Denny dan Shalat Asharnya Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 11:06 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.