MENGEJAR KEBERKAHAN DI BULAN PENUH BAROKAH


Oleh  : Ahmad Zia Rabani 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat yang tiada tara tanpa ada satu cacatpun dalam segala rizki yang telah Dia beri. Seharusnya rasa syukur kita bertambah tatkala bilangan hari telah kita lalui dalam bulan yang penuh keagungan. Akan tetapi sudahkah kita mensyukuri nikmat agung ini? 

Nikmat yang tidak semua insan dapat merasakannya. Banyak yang menginginkan bertemu dengan bulan mulia ini, akan tetapi Allah lebih menghendaki bertemu dengan mereka terlebih dahulu.Mari senantiasa kita mensyukuri nikmat Allah ini dengan terus bersyukur dengan lisan, hati dan tindakan agar kita termasuk yang dimaktubkan dalam Al-Qu’ran sebagai hamba yang pandai bersyukur. 


Banyak sekali yang harus kita lakukan agar Allah selalu memberkahi setiap aktifitas yang kita kerjakan.  Berkah dalam definisi bahasa artinya adalah semakin bertambah dalam kebaikan. Ada arus positif dan kebajikan yang mengalir dalam poros orang-orang yang selalu menginginkan dan mengerjakan kebaikan. Karena berkah itu mesti dicari bukan ditunggui. Berkah adalah sesuatu yang sederhana akan tetapi meresap di dalam jiwa, ada ketenangan dan kebahagiaan di sana. Tak peduli status strata sosial maupun jabatan yang melekat pada diri seseorang, asalkan ada keberkahan maka semua terasa aman,nyaman dan tidak ada rasa kekhawatiran yang mendalam, karena orang yang beriman yakin Allah senantiasa meridhoi setiap apa yang dia lakukan.


Sebagai manusia yang mengimani Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab suci, para rasul, hari akhir dan ketentuan takdir kita diwajibkan berpuasa di bulan yang mulia, bulan Ramadhan agar kita dapat menjemput hasil dari proses berpuasa yaitu gelar yang prestisius, taqwa.

Berbicara tentang Ramadhan, bulan yang agung, tak akan ada habis-habisnya kita bicarakan. Salah satunya tentang bulan yang penuh dengan keberkahan. Kenapa penuh keberkahan? Karena di dalam bulan Ramadhan, ada satu malam dimana malam tersebut diturunkan Al-Qur’an maka malam tersebut menjadi mulia, malam lailatul qadr.  Dan di bulan Ramadhan juga ada manusia agung yang paling mulia karena Al-Qur’an diturunkan dan diamanahkan untuknya, Nabi Muhammad SAW. Malaikat yang ditugaskan mengajarkan Al-Qur’an kepada rasululllah dimuliakan Allah SWT dan menjadi .Malaikat Jibril alaihissalam. 

Setiap manusia yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’anul Karim, maka Allah SWT memuliakannya dan akan menaungi dengan nuansa keberkahan. Oleh karena itu di setiap hela nafas kita, mari kita upayakan dengan segenap kesadaran penuh kita agar senantiasa membaca Al-Qur’an dan berusaha untuk bermuamalah dengan Al-Qur’anul Karim agar kita selalu dilimpahi keberkahan dan diridhoi setiap langkah dan aktifitas yang kita lakukan. Semoga Allah SWT mengiringi langkah-langkah kita agar kita bisa  mengejar keberkahan di bulan yang penuh barokah.
MENGEJAR KEBERKAHAN DI BULAN PENUH BAROKAH MENGEJAR KEBERKAHAN DI BULAN PENUH BAROKAH Reviewed by Ahmad Lamuna on 4:28 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.