Deg-degan-nya LPJ



Setelah mundur dari jadwal sebelumnya, akhirnya muscab FLP Jakarta tahun 2017 berhasil diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 2017. Bertempat di Sekretariat FLP Wilayah Jakarta Raya di kawasan Kp Rambutan, acara dimulai sekitar pukul sepuluh pagi. Satu persatu anggota FLP Jakarta hadir.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang ‘diperankan’ oleh Dhaifi, anggota FLP Jakarta angkatan 19. Ayat suci Al-Quran pun mengalun terdengar dan diikuti berturut-turut Ketua Panitia Muscab, oleh Etika Suryandari, disambung dengan sambutan dari Ketua FLP Jakarta periode 2015-2017, saya sendiri, Arya Noor Amarsyah

Waktu terus berjalan, salah satu acara inti pun tiba. Pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Jauh-jauh hari sebelum acara ini berlangsung, LPJ menjadi sesuatu yang cukup membuat saya berpikir lebih. Berbagai pertanyaan ‘menukik’, kritikan ‘pedas dan menusuk’ mungkin saja muncul di tengah-tengah atau usai Laporan Pertanggung Jawaban.

Dimulai dari menagihkan para ketua divisi untuk melaporkan tugasnya masing-masing. Mundur…mundur…begitu seterusnya. Ada yang minta keringanan minta waktu. Waktu pun diberikan, dengan resiko persiapan untuk membaca terlebih dahulu, agak berkurang.

Tapi ternyata, begitu sudah terkumpul pun, saya hanya punya waktu singkat untuk membacanya. LPJ dari para ketua divisi, rata-rata sudah saya ketahui. Hanya perincian secara rinci terkait keuangan saja yang tidak teringat semua oleh saya. LPJ dari divisi Karya, juga sebagian besar sudah diketahui. Walau ada saja yang baru diketahui. Kegiatan yang dilaporkan divisi Kaderisasi juga telah diketahui. Hanya saya baru tersadar ternyata kegiatan muda-madya periode pertama tidak sebanyak pada periode kedua (2016-2017). Demikian pula, untuk sub divisi Rohis. Teman-teman di divisi ini –menurut saya- sudah menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.

Melihat LPJ dari berbagai divisi, saya merasa senang. Karena beberapa divisi sudah menjalankan tugasnya secara maksimal. Karena telah mencapai target-targetnya. Sehingga dengan demikian ‘nama baik’ saya ikut terbawa. Sebab pencapaian ini lebih banyak karena peran aktif teman-teman.

Juga melalui LPJ dan divisi-divisi yang ada, saya juga merasa prihatin. Karena saya merasa belum maksimal menjalankan tugas dan fungsi sebagai ketua FLP Jakarta. Sehingga ada beberapa divisi yang belum berjalan secara maksimal.

Dengan kondisi seperti ini, Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) saya berjalan. Kritikan membangun dan usulan datang silih berganti. Pertanyaan ‘menukik’, kritikan ‘pedas dan menusuk’ tidak ikut hadir, Alhamdulillah membuat saya lega. Walhasil, LPJ diterima dengan beberapa catatan.


Melalui tulisan ini, saya juga ingin berterima kasih kepada teman-teman pengurus FLP Jakarta periode 2015-2017 atas upaya dan kerjanya. Semoga Allah memberi balasan yang terbaik buat teman-teman. 

sumber image:https://firstychrysant.wordpress.com/
Deg-degan-nya LPJ Deg-degan-nya LPJ Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 10:07 PM Rating: 5

1 comment:

  1. Masya Allah.
    Bang Arya, terima-kasih telah membawa FLP Jakarta lebih baik dalam segala hal...
    Semoga menjadi amal kebaikan dan mendatangkan ridha ALLAH...Aamiin

    ReplyDelete

Powered by Blogger.