Reportase Bedah Karya Puisi

Assalamu'alaikum,

Minggu pagi, 3 April 2016 pukul 10.00 WIB di teras Perumda, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Divisi Karya mendapat kesempatan untuk menerima kedatangan tamu pembicara, yaitu Epri Tsaqib yang merupakan seorang penyair dan penulis berkompeten yang karya-karyanya sudah banyak dimuat oleh media cetak. Tak mudah untuk mengundang beliau lantaran kesibukannya atas jadwal yang padat. Alhamdulillah, akhirnya bisa terwujud setelah negosiasi yang alot dengan beliau. Beliau pun juga diminta oleh Divisi Karya sebagai juri dalam Lomba Cipta Cinta periode 21 Februari s/d 13 Maret lalu. Selain pengumuman pemenang atas lomba tersebut, tentu teman-teman anggota FLP Jakarta yang hadir mendapat tambahan ilmu kepenulisan, khususnya kategori puisi.

Setelah menunggu 30 menit dari waktu yang ditetapkan dan teman-teman anggota telah berdatangan, Mas Epri yang sempat meluangkan untuk mengunjungi Perumda, akhirnya bergabung untuk memulai kegiatan bedah karya. Ada 2 buah karya dari Mas Epri Tsaqib, yaitu Ruang Lengang dan Mata Ruang yang merupakan buku kumpulan puisi saling terkait satu sama lain membahas tentang cinta dalam arti luas. Demi mendukung suasana, Mas Epri meminta 4 orang dari teman-teman anggota untuk membacakan beberapa puisi dari kedua buku tersebut. Selain pembahasan lebih dalam tentang makna dalam setiap puisi tersebut, Mas Epri pun berkenan membagi kisah dalam pengalaman berkarya dan teknik-teknik menulis puisi.

Kegiatan kemudian berlanjut pada pengumuman pemenang Lomba Cipta Cinta, telah terpilih 3 orang sebagai pemenang. Mereka adalah Khairyl Achmad dengan karya berjudul "Jalan Pulang" sebagai pemenang utama, Wiekerna Malibra dengan karya berjudul "Dalam Setiap Nama-Mu" sebagai pemenang kedua dan Aisyah S. dengan karya berjudul "Pendosa" sebagai pemenang ketiga. Masing-masing pemenang mendapatkan piagam, bingkisan dan tentunya foto bersama Mas Epri Tsaqib. Sayang, pemenang utama tidak hadir sehingga hanya 2 orang pemenang yang hadir.

Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab kepada Mas Epri mengenai seluk-beluk dunia puisi. Dan sebagai penutup, Mas Epri menerima teman-teman anggota untuk sesi tanda tangan buku beliau.














Menurut Mas Epri, "menulis itu identik dengan membaca. Baca karya orang lain sebagai referensi memperkaya diksi dan bergabung dengan komunitas kepenulisan seharusnya membuat kita lebih termotivasi untuk fokus menghasilkan karya."

Insya Allah, Divisi Karya akan mengadakan kegiatan bedah karya berikutnya dengan tema berbeda.


Wassalamu'alaikum,
Divisi Karya.









  


Reportase Bedah Karya Puisi Reportase Bedah Karya Puisi Reviewed by Divisi Karya FLP Jakarta on 18.06 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.