Reportase Bedah Karya "Wajah Negeri Yang Terlupakan"

Minggu pagi, 13 Maret 2016, cuaca di Taman Ismail Marzuki terlihat sangat cerah. Awalnya, kegiatan bedah karya hendak diadakan di depan teater kecil. Tetapi, terpaksa berpindah ke teras Perumda karena terik matahari tak dapat dipungkiri dan tak ada lagi pohon yang menutupi teriknya. Kali ini, karya buku "Wajah Negeri Yang Terlupakan" yang ditulis oleh salah satu anggota FLP Jakarta angkatan 16; Joko Rehutomo. Kegiatan direncanakan mulai pukul 10.00 WIB. Tetapi, tertunda sebentar karena belum banyak teman-teman peserta yang hadir.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kegiatan bedah karya dimulai dengan penulis berbagi kisah tentang buku antologi cerpennya yang ternyata merupakan kumpulan cerpen yang pernah dimuat pada media-media online maupun cetak dengan edisi revisi, karena pernah dicetak sebelumnya dengan penerbit yang sama. Selain itu, penulis juga berbagi pengalaman dalam berkarya dan penerbitannya secara indie melalui dukungan dari seorang teman. Dapat terlihat dalam karyanya bahwa penulis memiliki gaya bahasa yang lugas, bermetafora dan terinspirasi dari kehidupan nyata sehari-hari.

Pembagian hadiah buku tersebut telah diterima oleh peserta yang hadir, disertai tanda tangan oleh penulis dan foto bersama.

Ilmu pengetahuan dalam kepenulisan pun bertambah, karena hakikatnya setiap penulis memiliki ciri khas masing-masing. Menurut Joko, "menulis adalah terapi bagi pikiran di kala banyak hal lain dalam kehidupan yang mendera diri."

Insya Allah, kegiatan bedah karya berikutnya akan diadakan dengan tema berbeda.

Wassalamu'alaikum,
Divisi Karya.







Reportase Bedah Karya "Wajah Negeri Yang Terlupakan" Reportase Bedah Karya "Wajah Negeri Yang Terlupakan" Reviewed by Divisi Karya FLP Jakarta on 22.05 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.