Gerhana

Bismillahirrahmanirrahiim



Jakarta - Sejak pukul 6 pagi (09/03), AQL Islamic Center yang berlokasi di wilayah Tebet Utara mulai dihadiri oleh jamaah yang akan melaksanakan shalat Gerhana Matahari. 

Rabu ini bertepatan dengan hari libur nasional, Tahun Baru Shaka 1938, atau lebih di kenal dengan sebutan hari Raya Nyepi, maka tidak membutuhkan waktu lama, ruang masjid dan aula dipenuhi para jamaah yang terus berdatangan, begitu pula dengan halaman depan yang telah dipersiapkan khusus oleh panitia pelaksana DKM Ar-Rahman.

Sambil menunggu waktu shalat sunnah tiba, KH. Bachtiar Nasir, Lc, MM menyampaikan tentang gerhana dari perspektif Islam.

Shalat sunnah gerhana ada 2, yaitu :
1. Shalat sunnah Kusuf : Peristiwa dimana sinar matahari menghilang sebagian/ total pada siang hari (gerhana matahari).

2. Shalat sunnah Khusuf : Peristiwa dimana cahaya bulan menghilang sebagian/ total pada malam hari (gerhana bulan).

Pendiri Ar-Rahman Qur'anic Learning Center ini mengatakan, bahwa shalat sunnah gerhana adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat ditekankan). Namun, menurut mazhab Al Hanafi shalat gerhana matahari hukumnya wajib. Shalat sunnah gerhana dilaksanakan pada saat matahari mulai menghilang (gelap) sampai dengan kembalinya matahari (terang).

Beliau menambahkan, bahwa ada larangan dalam melaksanakan shalat gerhana, yaitu saat sebelum masuk/ keluar waktunya. Atau pada waktu yang di larang, misalnya saat shalat subuh dan shalat ashar.

Misi utama dilaksanakan shalat Gerhana Matahari dari ilmu tauhiid adalah mengharapkan kembali sinar matahari yang menjadi sumber energi bagi kehidupan manusia.

Bila dilihat dari kacamata sains hal ini adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Akan tetapi, menurut kacamata keimanan kejadian ini adalah sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanallahu Ta'ala, untuk mengingatkan manusia bahwa hari kiamat pasti terjadi !

Sunnah yang di anjurkan saat pelaksanaan shalat gerhana :
1. Mandi
Untuk menjaga etika bersosialisasi saat shalat berjamaah dan adab ketika akan menghadap Allah Subhanallahu Ta'ala

2. Shalat dilaksanakan di Masjid yang mengadakan shalat Jum'at.

3. Tanpa suara adzan dan iqamah

"Ketika Matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, orang-orang dipanggil shalat dengan mengucapkan : As shalatu jamiah."
(HR. Bukhari)

4. Memperbanyak dzikrullah : Istighfar, takbir, sedekah. Sesuai dalam hadist Bukhari dan Muslim berikut ini :

"Jika kalian melihat peristiwa gerhana, perbanyak berdoa kepada Allah, perbanyak takbir, kerjakan shalat, dan perbanyak sedekah."
Selepas shalat, laksanakan berbagai bentuk ketaatan. Contoh : hubungi orang tua untuk memohon maaf, mendoakan keduanya.

5. Dilakukan secara berjamaah

Sekitar pukul 07.10 wib, shalat gerhana dimulai. Selepas shalat sunnah, yang didirikan 2 rakaat dengan 4 kali ruku' dan 4 kali sujud,  ulama yang akrab di sapa Ustadz Bachtiar kembali berdiri untuk menyampaikan khutbah, dimulai dengan menyebutkan sebuah hadist.

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah kekuasaan Allah keduanya tidak terbenam dan tidak matinya seseorang, maka berdoalah kepada Allah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Peristiwa gerhana sebagai bentuk isyarat akan pasti datangnya hari kiamat. Sesuai dalam Surat Al Qiyamah mulai dari ayat 7 sampai seterusnya.

Shalat ini berbeda dengan shalat ied adha/ ied fitri yang untuk merayakan kemenangan/ kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam mendirikan shalat dengan sangat lama karena kondisi mencekam, rasa takut akan tibanya hari kiamat.

Bersyukurlah kita yang beriman dan mengimani hari kiamat. Karena banyak orang yang beriman Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala tetapi tidak mengimani hari akhir (kiamat).
Contoh : Seorang penjudi yang menang, kemudian dia mengucapkan hamdallah. Para koruptor mempergunakan hasil korupsinya untuk ibadah, dll.

Pada zaman dimana masih kurangnya ilmu pengetahuan, ketika muncul gerhana banyak orang ketakutan, dan menghubungkan dengan hal klenik. Sekarang, ketika ilmu pengetahuan sudah maju namun kering dari ketauhiidan sudah tidak ada lagi rasa takut, akan tetapi malah berfikir materialis. Al Munafikun itu selalu berfikir materialistik, bukan berfikir tauhiid.
Contoh : Menjadikan fenomena gerhana sebagai tujuan wisata, dibuat semenarik mungkin atas nama seni, dan lain sebagainya.

Ustadz Bachtiar mengingatkan, jika anak kita ingin belajar bahasa Inggris, pastikan di dasari dengan tauhiid yang baik dan benar. Belajar bahasa Inggris agar bisa mempelajari ilmu lainnya, terutama sains. Contoh mempelajari ilmu perbintangan yang dihubungkan dengan ayat-ayat Al Qur'an, hingga semakin tinggi rasa ketauhidannya.

Lebih lanjut Ustadz yang meluncurkan buku terbaru berjudul "Masuk Surga Sekeluarga" ini mengatakan, kita sangat mengharapkan surga Firdaus, karena surga paling indah dan paling dekat dengan 'Arsy-Nya. Kita takut dengan neraka jahanam, karena itu adalah tempat kembali yang paling buruk. Na'udzubillah

Di akhir khutbah, ustadz Bachtiar mengatakan :
Orang yang berbahagia (sa'adah) di ukur dari sejauh mana kedekatannya Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala. Ibadah dan ketaatan dilakukan atas dasar rasa syukur Kepada-Nya.

Jika shalat dilaksanakan dalam kesibukan pekerjaan, seringkali lalai beribadah, dan tidak ada waktu mengkaji ilmu agama, berarti orang tersebut telah gagal dan jauh dari bahagia.

Orang yang paling bahagia adalah orang yang juga bisa membahagiakan orang lain.


Demikian hasil catatan shalat sunnah gerhana matahari, ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Bachtiar Nasir.

Pelaksanaan shalat sunnah gerhana yang berakhir pukul 08.30 wib ini di dukung oleh Ar-Rahman Safariqu, Laziz Ar-Rahman dan disiarkan secara langsung melalui AQL TV ( www.aqltv.com )

"Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah."
(QS. Fushilat : 37)

Semoga kita selalu menjadi orang beriman Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala dan mengimani hari akhir (kiamat) hingga memperbanyak beramal shalih untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan kencapai kenikmatan surga... Allahumma Aamiin.




Semoga bermanfaat

Gerhana Gerhana Reviewed by Ahmad Lamuna on 4:41 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.