Untukmu Para Pengemban Amanah Dakwah

Bismillahirrahmannirrahiim


Jakarta - Jum'at (26/2), ruang utama Masjid Agung Al Azhar dihadiri oleh jamaah majelis ilmu D'Lisya. Materi semalam seharusnya disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir, namun disebabkan satu lain hal beliau tidak dapat hadir, maka, pemateri digantikan oleh Ustadz Dr. HM. Yusuf Siddik, MA. Beliau adalah Dosen bidang Syariah di Kampus LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab).

Kajian yang rutin diadakan setiap hari Jum'at selepas shalat Isya kali ini mengambil tema penuh semangat, yaitu "Untukmu Para Pengemban Amanah Dakwah".

Bila mendengar kata dakwah, yang terlintas dalam pikiran sebagian orang adalah kewajiban khusus yang dilakukan oleh para guru, pemuka agama atau ulama, semata. Padahal menurut Ustadz Yusuf Siddik, pengemban amanah dakwah ini ditujukan bagi seluruh ummat Islam, sesuai yang tertulis dalam surat Ali 'Imran ayat 110, yang berbunyi sebagai berikut :

"Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."

Dalam surat tersebut diatas, bisa kita mengambil satu kesimpulan, yaitu ada 3 syarat menjadi sebaik-baik ummat Islam :
1. Mengajak pada kebaikan (ma'ruf)
2. Mencegah dari kemungkaran
3. Beriman Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala

Allah Subhanallahu Ta'ala memberikan hati kepada setiap manusia untuk bisa mengenali mana yang baik dan mana yang buruk. Hati akan memberi signalmanakala ada hal yang tidak sesuai.

Allah Ta'ala juga memberikan otak (akal) kepada manusia untuk berpikir baik. Tetapi, apabila otak tidak sering di asah dengan ilmu, maka kita tidak akan bisa membedakan/ mengetahui hal yang baik.

Ustadz yang juga menjadi Dewan Syariah LAZNAS BSM Jakarta ini menjabarkan secara singkat satu per satu syarat menjadi sebaik-baik ummat Islam :
1. Mengajak pada kebaikan (Ma'ruf).

Ma'ruf artinya sesuatu yang di kenal baik. Jadi, sesuatu yang di kenal baik maka itulah ma'ruf.

Definisi kebaikan : 
Dengan akhlak mulia, dan jiwa tenang dalam melakukannya (bersinerginya kebaikan hati dengan otak/akal)

2. Mencegah dari kemungkaran

Mungkar artinya adalah sesuatu yang di ingkari.

Untuk bisa mencegah kemungkaran harus dengan dua syarat berikut ini :
- Agar hati bisa memberikan signal positif, maka hati harus sering dibersihkan dengan berdzikir Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala.

- Beriman Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala.


Dakwah itu hukumnya wajib bagi setiap manusia :

- Berilah dakwah kepada orang terdekat (keluarga) terlebih dahulu.
Allah Subhanallahu Ta'ala berfirman dalam surat At Tahrim ayat ke-6 :

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

- Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat" (HR. Bukhari) 

- Setiap kalian pengemban amanah, dan setiap pengemban amanah akan bertanggung jawab terhadap apa yang di amanahkan kepadanya.


Islam mengajarkan untuk bersatu. Tujuan dakwah adalah untuk menyatukan ummat itu sendiri :
"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Dia (Allah) mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk" (QS. Ali 'Imran : 103)

Dalam berdakwah kita tidak boleh terlalu lunak, tetapi tidak boleh juga terlalu ekstrim, artinya sedang atau berada pada sikap pertengah-tengahan (wassath)

Agama Islam adalah agama pertengahan (pengadil), yang tetap menjalankan kehidupan untuk akherat. Seperti terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 143

"Dan demikian pula Kami menjadikan kamu (ummat Islam) "ummat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas  (perbuatan) kamu...."


Kata Ummat meliputi seluruh alam :
"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dikumpulkan."
(QS. Al An'am : 38)

Wassath juga berarti yang terbaik

Arti wassath menurut Ibnu Jarir : Ummat pertengahan, yang tidak berlebih-lebihan dalam hal ibadah.

Wassath berarti keseimbangan antara dunia dan akherat. Kita tetap harus berlaku baik terhadap mereka yang berbeda agama (keyakinan) dalam hal muamalah, karena sama antara muslim dengan non muslim. Tetapi, untuk menjalankan urusan ibadah (aqidah) kita harus masing-masing.

Wassath juga berarti hemat, dan seimbang antara nash dan logika 

3. Beriman Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala

"Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya."
(QS. Al Baqarah : 136)


Di akhir kajian, Ustadz Yusuf Siddik memberikan kesimpulannya : Kita adalah ummat yang harus berdakwah karena sifat sebaik-baik ummat Islam. Siapapun yang mengaku sebagai ummat Islam, dia wajib untuk berdakwah, tanpa terkecuali.

"Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuh kalian dan tidak juga bentuk rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian." (HR. Muslim)



Demikian materi kajian yang diselenggarakan oleh bidang kajian YISC Al Azhar, yang di dukung oleh SalingSapa.com dan Al Hikmah TV.



Semoga bermanfaat
Untukmu Para Pengemban Amanah Dakwah Untukmu Para Pengemban Amanah Dakwah Reviewed by Ahmad Lamuna on 9:58 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.