Attar



Segala burung di dunia, yang dikenal dan tak dikenal, datang berkumpul. Mereka berkata, "Tiada negeri di dunia ini yang tak beraja. Maka bagaimana mungkin kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Keadaan demikian tak bisa dibiarkan terus. Kita mesti berusaha bersama-sama untuk mencarinya; karena tiada negeri yang mungkin memiliki tata usaha yang baik dan tata susunan yang baik tanpa raja."


Attar

Itulah konflik dasar yang dibangung dalam sebuah kisah yang bertajuk Musyawarah Burung karya Fariduddin Attar An Naisabur. Seorang Penyair kelahiran Naisabur Iran pada tahun 1145. Nama asli beliau adalah Abu Hamid bin Abu Bakar Ibrahim. Beliau adalah seorang penyair sufi dan sastrawan yang karya-karyanya menjadi Inspirasi para sastrawan Muslim lain semisal Jalaluddin Rumi.
Awalnya Attar adalah seorang apoteker. Beliau memiliki sebuah apotik warisan dari ayahnya.
Suatu hari lewatlah seorang fakir di depan apotiknya. Kemudia fakir itu menangis karena mencium harumnya bau obat dari apotik Attar.  

Mengira si Faqir akan mengemis, maka Attarpun menghampirinya.
Akan tetapi si Faqir menjawab, “Sangat mudah bagiku untuk meninggalkan apotikmu ini dan mengucapakan selamat tinggal kepada dunia yang rusak ini. Aku hanya punya jubah luuh ini. Tetapi, Aku justru kasihan kepadamu, bagaimana engkau meninggalkan dunia dengan harta yang kau miliki?”
 

Pertemuan itu menjadi titik balik jalan kehidupan Attar. 

Akhirnya beliau menutup apotiknya, dan pergi mengembara untuk mencari guru. Mulai dari Bagdad, Basrah, Kufah, Makkah, Madinah, Damaskus, Khawarizm, Turkistan hingga India.

Setelah ia memperoleh hakikat hidup yang diperolehnya, beliau kembali ke Naisabur. Lalu mengajarkan ajaran-ajarannya. Disamping menuliskan beberapa buah kitab.

Adapun kitab-kitab yang ditulisnya antara lain:

1.       Mosibat Namah (sebuah Memoar)
2.       Musyawarah Burung : sebuah kisah pengembaraan bangsa burung untuk mencari Raja Burung (Insya Allah akan dibahas dalam sebuah tulisan tersendiri)
3.       Tadzkirah Auliyaa : adalah manaqib(sejarah hidup) para Imam Sufi seperti Hasan Al Bashri, Sufyan Ats-Tsauri, Rabiah Al Adawiyah, Uwais Al Qarni, Malik bin Dinar, Ibrahim bin Adham, Imam Syafi’I, Imam Hambali, Imam Hanafi dan lain-lain.
4.     Ilahi Namah : sebuah prosa lirik yang mengisahkan tentang seorang Raja yang berkonflik dengan 6 orang anaknya.
5.       Mukhtar Namah : sebuah quatrain sufi sepanjang 2880. Membicarakan berbagai masalah sufi dan agama
6.       Asrar Nameh (Kitab Rahasia) diberikan kepada keluarga Jalaluddin Rumi ketika Attar dalam perjalanan ke Konya(Tempat kelahiran Rumi)

Attar meninggal di kota kelahirannya pada tahun 1220 m.

Di bawah ini salah satu  film Musyawarah Burung


Attar Attar Reviewed by Ahmad Lamuna on 11:35 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.