Umar Suami Teladan



Suatu ketika ada seseorang yang datang ke rumah Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra.. Akan tetapi ketika sampai di depan rumah Amirul Mukminin, orang itu berbalik arah.

Orang itu pun mengurungkan niat untuk mengetuk pintu dan langsung pulang. Namun, Umar sempat melihat orang itu dan memanggilnya, “Hai fulan! Ada apakah gerangan? Sepertinya tadi engkau ingin menemuiku. Tapi mengapa sekarang engkau urungkan?”

“Benar Amirul Mukminin. Saya tadi ingin menemuimu. Ingin bercerita padamu. Tapi begitu sampai di sini, saya mendengar bahwa engkau dimarahi istrimu. Maka saya urungkan niat mengadu padamu.”

“Apa yang hendak engkau adukan?” tanya Umar

“Saya ingin mengadukan istri saya yang terlalu cerewet dan bla...bla...”

“Oh itu...”

“Fulan, tahukah engkau mengapa saya tidak menjawab, tidak menanggapi ketika istri saya memarahi?” tanya Umar

“Tidak wahai Amirul Mukminin.”

“Ketahuilah, para istri itu telah mengurusi kita. Mengurus makanan, pakaian dan seterusnya. Para istri juga yang telah melahirkan anak-anak kita. Dimulai dari mengandungnya, melahirkan, menyusui, mengurusi dan membesarkannya. Oleh karena itu, hargailah para istri,” terang Umar (disadur bebas dari buku The Great Husband)

Umar adalah sosok yang keras, tegas dan dikenal tidak ada kompromi untuk urusan kebenaran. Kalo sudah A, ya harus A. Tapi kisah di atas seolah bertolak belakang dari watak Umar yang selama ini dikenal.

Seorang suami memang memiliki hak yang luar biasa. Sampai-sampai kalo ada perintah sujud sesama manusia, maka seorang istri diperintahkan untuk sujud dihadapan suaminya.

Jika seorang suami ‘meminta’ pada istrinya dan istrinya menolak, maka para malaikat akan melaknat istri yang seperti itu.

Bila seorang istri ingin berpuasa sunnah, dia harus izin dulu terhadap suaminya. Andai tidak diizinkan, maka dia tidak boleh berpuasa.

Luar biasa bukan sebagai seorang suami? Akan tetapi Islam tidak saja melulu membahas hak seorang suami. Seorang istri pun perlu dipenuhi hak-haknya.

Salah satunya, seperti yang telah diajarkan oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra. di atas.

Sebagai seorang suami, Umar mengajarkan para suami agar selalu mengingat betapa banyak jasa seorang istri. Coba mari kita bayangkan. Apa yang dilakukan seorang istri ketika bangun tidur? Bagaimana bila anaknya yang bayi menangis? Betapa repotnya para istri menyiapkan perlengkapan anak-anak ketika ingin berangkat sekolah, dari hal-hal yang remeh temeh sampai hal-hal yang penting. Belum lagi mereka masak, mencuci pakaian, mencuci perabotan rumah tangga, mengepel.

Belum lagi jika dia hamil, melahirkan, menyusui dan seterusnya. Belum lagi ketika seorang istri mengurusi suami. Berapa item pekerjaan yang menantinya.

Luar biasa khan jasa seorang istri.

Umar sadar betul jasa seorang istri. Umar tahu benar betapa banyak kewajiban yang telah dilakukan seorang istri. Oleh karenanya, ketika Umar dimarahi istrinya, dia hanya diam. Umar sadar barangkali ada kewajiban-kewajibannya sebagai seorang suami yang belum ditunaikan dan istrinya menuntut dengan caranya.

Moga manfaat

sumber image:https://perkarahati.wordpress.com/

Umar Suami Teladan Umar Suami Teladan Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 8:04 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.