Tak Akan Pernah Sama


Bismillahirrahmannirrahim


Kajian The Rabbaanians yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu malam selepas 'Isya selalu ramai. Ruang utama masjid Al Azhar sampai tidak mampu menampung jamaah yang hadir pada malam itu (02/12/2015).

Kajian Islam ini bekerja-sama dengan berbagai komunitas, seperti Islam Diaries, Al Hikmah (Komunitas Muda Cinta Islam), Yayasan pesantren Al-Azhar dan ASIA (Alumni Sekolah Islam Al-Azhar). Acara The Rabbaanians serius tapi santai, materi yang disajikan juga selalu menarik untuk di simak, termasuk tema pada malam itu yang berjudul "Tak Kan Pernah Sama".

Berikut materi yang disampaikan oleh Alumnus Universitas Islam Madinah, KSA, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.

Tidaklah sama orang yang memiliki ilmu agama dengan orang yang tidak mau mempelajarinya, seperti yang tertulis dalam surat Az Zumar ayat 9 yang berbunyi: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran."

Beliau menegaskan, untuk tidak melakukan shalat, puasa, dan ibadah lainnya bila tidak tahu ilmunya. Karena sesungguhnya semua akan dimintai pertanggung jawaban di akherat. Banyak umat Islam tidak mengetahui keutamaan atau keuntungan dalam mempelajari ilmu agama. Mungkin sudah menjadi fitrahnya, sebab manusia bersikap dengan asas keuntungan, begitu pula halnya dengan ibadah. Bila kita mengetahui bahwa mencari ilmu agama sangat banyak manfaatnya, pastilah akan banyak yang bersemangat dalam mencari dan menghadiri tempat kajian kajian ilmu.

Ustad muda ini menghentikan tausiyahnya sesaat, ketika sang moderator mendadak memberikan sebuah pertanyaan : "Apa hukumnya kita menimba ilmu?" Beliau menjawab tentang hadist shahih dari Ibnu Majah : "Rasulullah Shallallaahu 'Alayhi Wa sallam bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim".

"Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak Kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. An Nur : 51)

Ustadz yang sering mengisi tausiyah di Radio Rodja ini memaparkan 4 keuntungan bagi orang-orang yang mempelajari ilmu agama Islam :

1). Allah pintaskan jalan menuju surga-Nya.
"Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju surga..." (HR. Muslim)

Ada fitrah yang tidak bisa kita bantah, bahwa manusia ketika menginginkan sesuatu hal dia akan berusaha mendapat sesuatu itu dengan cepat dan mencari jalan sepintas mungkin. 

2). Kita sedang membuktikan sedalam apa cinta kita kepada Allah Ta'ala.

Beliau memberikan analogi pertama 
Seperti orang yang sedang jatuh cinta. Bila mendapatkan surat cinta, dia akan berusaha untuk terus membaca surat cinta tersebut, berusaha memahami makna yang terdapat dalam surat, dan menjaga surat itu dengan sangat baik.

Lalu, pernahkah kita membaca surat cinta dari Allah Subhanallahu Ta'ala? Surat cinta itu berupa ayat suci Al Qur'an yang diberikan khusus bagi hamba-Nya. Sudah pahamkah dengan isi surat cinta Dari-Nya? Bukankah atas nama cinta pasti kita mencari tahu makna isi surat tersebut?

Cinta perlu bukti : Setiap ummat Islam yang mengaku cinta Kepada Allah, berharap di hari akhir akan bertemu Allah Ta'ala. Tetapi, bagaimana mungkin bila selama hidupnya jarang atau bahkan tidak pernah mengkaji surat cinta-Nya?

Analogi kedua : 
Ada seorang suami yang telah menikah selama 10 tahun dan mengatakan kepada kita tentang rasa cintanya kepada sang istri. Tetapi bila ditanyakan perihal apapun tentang istrinya, dia selalu menjawab "Saya tidak tahu", hanya mengatakan "yang penting saya mencintainya". Bukankah kita akan meragukan rasa cinta suami tersebut? Bukankah bila sungguh-sungguh mencintai, dia akan mencari-tahu segala hal yang disukai dan yang tidak disukai oleh istrinya? Lalu, istri mana yang tidak sedih dan kecewa mengetahui sang suami tidak mengetahui apapun tentang dirinya?

Orang yang jatuh cinta tidak akan pernah bosan menceritakan dan mendengarkan berbagai hal tentang kekasih hatinya. Begitu pula bila kita sedang jatuh cinta Kepada Allah, maka kita senang menceritakan dan mendengarkan semua yang berkaitan dengan-Nya.

Mereka yang lalai di tegur dalam surat Ar Rum ayat 7 : "Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai."

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallaahu 'Alayhi Wa sallam "Sesungguhnya Allah murka kepada setiap orang yang pandai dalam perkara dunia namun bodoh dalam perkara akhirat". (HR al-Hakim)

Ustadz muda itu menggaris-bawahi bahwa silakan kita mempelajari ilmu dunia, karena memang diperlukan. Akan tetapi jangan lupa untuk tetap mempelajari ilmu agama untuk bekal di akherat.

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia gunakan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan ilmunya tersebut, (3) tentang hartanya, dari mana harta tersebut didapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan." (HR. At-Tirmidzi)


3). Mengangkat derajat manusia di dunia dan akherat.

Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al Mujadilah ayat 11, yang artinya : "Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan."

Kembali diberikan sebuah analogi : Ada seorang pelamar kerja, dia membawa selembar ijazah Sekolah Dasar, sedangkan perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja seorang sarjana, dengan minimal lulusan strata satu. Tanpa bermaksud merendahkan lulusan SD tentunya. Apakah perusahaan akan menerimanya? Meskipun pelamar kerja tersebut sudah belajar dengan giat selama 6 tahun. Seperti itulah perbedaan antara yang mau terus belajar dengan yang merasa cukup ilmu. Anehnya, untuk sebuah kesuksesan dunia yang sebentar saja manusia bekerja mati-matian, tetapi urusan akherat yang perjalanannya panjang tidak ada usahanya. 

Ustadz Nuzul begitu biasa ia dipanggil, mengambil contoh Rasulullah Muhammad. Baginda hidup selama 63 tahun (dunia). Tetapi kehidupan beliau di alam barzah (kubur) hingga saat ini sudah lebih dari 1400 tahun lamanya. Lalu, manakah yang lebih lama? Dunia atau kah akherat? Maka, selagi masih ada waktu, bersentuhanlah dengan Al Qur'an, terus mentadabburi dan berusaha untuk mengamalkannya.

4). Pahala yang kita dapatkan ketika duduk di majelis ilmu.

"Rasulullah Shallallaahu 'Alayhi Wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna."
(Dikatakan syekh al Albaaniy dalam shahiih at targhiib: "Hasan Shahiih")

"Ilmu lebih mulia daripada harta." (QS. Yunus : 58)


Alumni LPIA Jakarta ini memberikan closing statement : Semangatlah untuk mencari ilmu agama, agar kita menjadi penghuni surga, bukan sebaliknya. Jangan sampai kita terlambat, seperti penghuni neraka yang menyesal karena tidak sempat mempelajari agama. Mereka dinyatakan dalam surat Al Mulk ayat 10, yang berbunyi sebagai berikut :
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."

Allah Subhanallahu Ta'ala telah memberikan waktu, kesempatan, kecerdasan, kenikmatan, maka kajilah ilmu agama. Barangsiapa yang mengaku ingin masuk surga, tapi tidak pernah mengkaji ilmu agama, maka dia tidak pernah bersungguh-sungguh menginginkan surga!

Demikianlah materi kajian Islam yang didukung oleh Indonesia tanpa JIL, Relawan Sahabat Tauhiid, Riska, YI-Lead, Pejuang subuh dan Rajin shalat. 



Semoga bermanfaat
Tak Akan Pernah Sama Tak Akan Pernah Sama Reviewed by Era Elenra on 23.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.