Menghafal Al Quran

Oleh : Mahatir Ali

Al Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Al Quran juga merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia. Al Quran mempunyai keistimewaan dan tidak dimiliki kitab-kitab samawi lainya.

Demikian sekilas pengantar. Kini kami mengajak pembaca yang semoga dirahmati Allah, sekiranya mau saling tukar pikiran, sumbang saran, atau bersedekah dengan kritikan.

Berikut ini kami akan membahas salah satu keunikan Al Quran yang mana keunikan ini tak dimiliki oleh kitab-kitab samawi sebelumnya.

Mudah dihafal
Al Quran sangat mudah di hafal. Banyak sekali penghafalnya.  Mulai dari anak-anak sampai tua renta. Mulai dari pelajar, mahasiswa, penggiat lingkungan, pejabat, presiden, sampai ibu rumah tangga pun mampu menghafalnya. Ini tentunya sudah dibuktikan di berbagai negara. Di Iran misalnya, baru-baru ini. Anak berusia enam tahun sudah mengafal 114 surat Al Quran. Itu hanya salah satu dari yang kami sebutkan di sini. Masih banyak lagi contoh-contoh yang mendukung argumentasi bahwasanya Al Quran itu mudah dihafal.

Di Sudan , anak usia sepuluh tahun, sudah harus menghafal seisi Al Quran jika tidak ingin orang tuanya malu pada lingkungan sekitar. Karena anak seusia itu yang belum hafal  Al Quran, maka akan menjadi bahan omongan. Bahkan hal ini di anggap aib besar bagi keluarga. Alhasil sebagian besar lini kehidupan berisikan para penghafal Al Quran. Jika ada seorang dokter muslim, maka dia dokter yang hafizh. Jika ada seorang insinyur, maka insinyur yang hafizh. Maka rahmat pun melimpah ruah, bencana enggan menyapa, rakyat aman sentosa.

Di Palestina, apalagi. Meski mereka menghafal di camp-camp pengungsian. Hidup dalam pengejaran. Dan masih banyak lagi kendala yang datang menghantam tanpa kenal kasihan. Mereka tetap istiqomah dalam memroduksi para hafizh dan hafizhah setiap tahunnya. Semua itu mereka lakukan tanpa mengeluh sedikitpun. Karena mereka yakin, dengan menghafal Al Quran lantas mengamalkannya, maka seterpuruk apapun kondisi mereka, Allah akan memberikan yang terbaik untuk mereka.

Terlepas dari budaya menghafal dan kerja keras mereka. Kemudahan yang mereka dapati tidak terlepas dari apa yang sudah Allah firmankan dalam surat yang ke 54 secara berulang-ulang sebanyak empat kali dalam satu surah. Yaitu surah Al Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Yang artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”?(QS. Al Qamar 54: 17,22,32,40)

Dengan banyaknya hafizh dan hafizhah, sangat sulit bagi para orientalis yang iri dengan kesempurnaan Agama ini, untuk memalsukan ayat-ayat bahkan kalimat dalam kitab ini. Maka dari itu, telah diserahkan amanah penjagaan keaslian Al Quran kepada kaum muslimin. Dan penjagaan itu akan terus berlanjut hingga bumi menemui ajalnya.

Mengenai penjagaan Al Quran dari tangan-tangan durhaka, Allah berfirman.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS. Al Hijr 15: 9).

Terlepas dari keaslian kitab-kitab samawi yang lain. Kami mencoba membandingkan kitab-kitab tersebut dengan Al Quran. Berapakah jumlah balita kristen yang hafal Injil? Atau berapa sarjana Tolohia yang hafal Injil? Jangankan anak kecil, para Pendeta, Pastur, bahkan Kardinal yang di Vatikan pun sangat sedikit yang hafal Injil.

Jelaslah sudah, hanya satu-satunya kitab yang masih terjaga keasliannya hingga kini, dan akan terus terjaga sampai hari kebangkitan nanti, adalah Al Quran Al Karim.

Membaca, mendengar, mempelajari, menghafal, menadaburi, dan mengajarkannya adalah ibadah. Lantas tunggu apa lagi?

Berikut ini beberapa rujukan ayat Al Quran:
“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya. Petunjukbagi orang yang bertaqwa.” (Qs Al Baqarah 2: 2)

“Bulan Ramadhan (ialah) bulan diturunkan Al Quran (sebagai)petunjuk bagi manusia, dan penjelasan bagi petunjuk itu dan pembeda (antarakebenaran dan kebatilan) (Qs Al Baqarah 2; 185)


 “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran(Mau’izhah)dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada danpetunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(QS Yunus 10: 57)


 “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telahdatang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Yang dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”(QS Al Maaidah 5; 15-16)


Kini tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menghafal dan mengamalkan Al Quran. Mari jadikan Indonesia sebagai Negaranya para penghafal Al Quran. Negara para penghuni Jannah. Mari jadikan Indonesia baldatun tayyibatun wa Rabbun Ghofur.


Adakah hadiah terindah yang mampu seorang anak berikan kepada kedua orang tuanya, melebihi hadiah yang diberikan Allah kepada kedua orang tua, balasan atas apa yang telah anak mereka kerjakan?

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang membaca/menghafal Al Quran dan mengamalkannya, maka orang tuanya akan dipakaikan pada hari kiamat, mahkota  dari cahaya yang sinarnya lebih terang dari sinar matahari”(HR. Ahmad) (MA)

Menghafal Al Quran Menghafal Al Quran Reviewed by Ahmad Lamuna on 21.14 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.