Kebutuhan Anak dan Rakyat Itu, Sama



Apa sih yang amat dibutuhkan seorang anak? Harta kekayaan? Atau pergi ke tempat-tempat rekreasi? Atau apa?

Apa pula yang dibutuhkan oleh rakyat? Apakah perbaikan ekonomi? Atau merasakan hidup aman? Atau apa?

Dua pertanyaan di atas penting untuk dijawab oleh para orang tua dan juga para penguasa.

Dengan mengetahui kebutuhan anak dan rakyat, maka para orang tua dan penguasa akan mudah mengambil langkah. Apa yang perlu diprioritaskan dan mana yang tidak? Mereka juga tahu, apa akibat yang ditimbulkan bila langkah ini tidak dijadikan prioritas.

Bila seorang anak dan rakyat telah terpenuhi kebutuhan utamanya ini, maka mereka akan siap menjalani kehidupan. Apa pun kondisinya. Bersabar dan bersyukur akan menghiasi kehidupan mereka. Bila berhasil tidak akan merasa sombong. Bila gagal, tidak akan putus asa.

Suatu ketika, Amirul Mukminin Umar bin Khathab ra, sedang mengimami sholat Subuh. Belum lagi usai sholat Subuh, Umar jatuh tersungkur berlumuran darah. Salah seorang jamaah telah menusuk dengan sebilah pisau.

Banyak darah yang keluar mengalir. Umar pun tak sadarkan diri. Para sahabat yang mengelilinginya bingung. Bagaimana menyadarkan Umar? Salah seorang sahabat mengatakan bahwa mudah untuk membangunkan Umar, cukup mengingatkannya untuk sholat.

Salah seorang dari mereka pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sholat...sholat...”

Dengan serta merta Umar pun siuman. Masih dalam kondisi berlumuran darah, Umar bertanya, “Sudahkah kaum muslimin menunaikan sholat Subuh?”

Setelah tahu bahwa kaum muslimin telah tunaikan sholat Subuh, dia pun bangkit untuk menunaikan sholat Subuh.

Umar memang dikenal sebagai sosok yang amat perhatian dengan rakyatnya. Bahkan di saat-saat genting, di saat sedang berlumuran darah. Begitu siuman dari pingsan, Umar langsung menanyakan kondisi kaum muslimin. Dan apa yang ditanyakan pertama kali oleh Umar? Sudahkah kaum muslimin tunaikan sholat Subuh?

Ketika ajal datang menjelang dan menemui nabi Ya’kub, apa pesan-pesan nabi Ya’kub pada anak-anaknya? Apakah dia berpesan agar anak-anaknya hidup rukun, saling tolong menolong? Atau pesan-pesan lainnya?

Allah berfirman dalam surat Al-Baqoroh, “Adakah kamu hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (QS Al-Baqoroh (2):133)

Nabi Ya’kub berpesan dalam bentuk pertanyaan, “Apa yang kalian sembah setelah sepeninggalku?”

Nabi Ya’kub merasa tidak tenang meninggalkan dunia ini, sebelum mengetahui jawaban anak-anaknya tentang hal ini. Demikian pula sikap Umar. Umar tidak akan tenang, menunaikan sholat Subuh. Umar tidak akan tenang meninggalkan dunia ini, sebelum mengetahui kondisi rakyat yang ditinggalkannya.

Nabi Ya’kub dan Umar ingin agar orang-orang tercinta yang ditinggalkannya dalam kondisi menyembah Allah, apa pun kondisi yang masing-masing mereka hadapi. 


sumber image: http://anieyyusoff.com/
Kebutuhan Anak dan Rakyat Itu, Sama Kebutuhan Anak dan Rakyat Itu, Sama Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 23.33 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.