Hikmah Rahasia Ajal


Bismillahirrahmannirrahim


Jakarta kembali disirami hujan menjelang malam hari (30/11/2015). Meskipun partikel-partikel air terus luruh dari langit, serta kemacetan terjadi di berbagai sudut Ibukota, namun Masjid Baitul Ihsan di wilayah Thamrin, Jakarta Pusat, tetap dipenuhi oleh jamaah Majelis Manajemen Qalbu (MMQ). 

Kajian Tauhid ini rutin diadakan oleh Daarut Tauhiid Jakarta, setiap hari Senin di minggu ke-empat tiap bulannya. MMQ telah berjalan selama hampir 15 tahun. Dan malam ini "Hikmah Rahasia Ajal" menjadi tema yang akan disampaikan oleh pendiri sekaligus pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhiid, K.H Abdullah Gymnastiar.

Bila bicara tentang kematian, tentulah ada kekhawatiran dalam diri kita sebagai manusia. Pertama kali yang terlintas dalam pikiran adalah : Apakah kita kan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, ataukah sebaliknya?

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi kepada setiap diri manusia. Semua akan menemui ajalnya, bahkan seorang Nabi dan Rasul pun mengalami kematian. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, bila waktu kematian telah di tetap-Nya, maka tidak ada yang bisa menghindari. Seperti tertulis dalam surat Al A'Raf ayat 34, yang berbunyi :
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya."

Pukul 19.30 wib, kajian dimulai dengan mendengarkan tilawah Al Qur'an surat Al Munafiqun ayat 9 -11.

Ayat 9
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

Ayat 10
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."

Ayat 11
"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Ulama yang akrab disapa Aa Gym, mengatakan bahwa dari ketiga ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan, yaitu agar manusia selalu mengingat Allah Ta'ala, menyegerakan dalam berinfak dan tidak menunda sedekah/ kebaikan sebelum kematian datang menjemput.


Ada 2 kecerdasaan seorang hamba :
1. Mereka yang banyak mengingat kematian
2. Mereka yang mempersiapkan diri untuk kehidupan sesudah kematian (beramal shalih)



Allah Ta'ala merahasiakan 3 hal tentang kematian :
1. Waktu
2. Tempat
3. Cara

Manusia tidak akan pernah tahu KAPAN WAKTU kematian itu datang, tidak tahu DIMANA TEMPAT kematiannya, dan tidak tahu BAGAIMANA CARA kematian itu menjemput. Hanya SATU saja yang inginkan : Mati dalam keadaan khusnul khatimah.

Jangan takut dengan kematian, tetapi takutlah bila mati dalam keadaan su'ul khatimah. Na'udzubillah.


Lelaki kelahiran Januari 1962 itu mengatakan, dari ketiga rahasia kematian tersebut dapat kita ambil 6 hikmah, yaitu :


1). Jangan pernah menunda kewajiban.
- Menunda-nunda waktu shalat, merasa yakin masih banyak waktu untuk melaksanakannya. Bila akan bertemu atasan/ orang penting saja kita menyegerakan untuk bertemu dan hadir tepat waktu. Tetapi mengapa panggilan dari Pemilik Jiwa kita, Allah Ta'ala selalu kita tunda, bahkan terkadang malas saat mendirikannya? Anehnya, kita lebih sibuk ingin diperhatikan manusia, tetapi tidak sibuk ingin diperhatikan Oleh Allah Subhanallahu Ta'ala.

- Bila memiliki hutang puasa (Ramadan), dan hutang lainnya (urusan dunia), segerakan untuk melunasinya.

- Bila kita telah memiliki kekayaan dan kemampuan untuk menyempurnakan rukun Islam ke-lima, berhaji, maka laksanakanlah.



2). Jangan menunda Taubat.
- Kita masih dihormati orang lain hanya karena Allah Ta'ala masih menutupi semua aib kita, agar segera bertaubat. Dan bila Allah membuka aib kita, maka tidak ada yang bisa menutupinya.


- Tidak ada maksiat yang tersembunyi dalam pandangan-Nya, karena Allah Maha Mengetahui segalanya termasuk isi hati manusia.

- Perbanyak istighfar dengan kesungguhan dari hati.



3). Jangan menganggap remeh maksiat.
- Jangan bermain-main dengan maksiat!


- Apabila kita menyaksikan atau mendapatkan berita yang tidak baik, segera hentikan dan langsung berpikirlah positif bahwa tidaklah berita sampai pada kita, pastilah karena Allah Ta'ala yang mengirimkan. Pastilah ada hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari berita tersebut. Segalanya tidak ada yang sia sia, tidak ada yang kebetulan bila berita itu datang kepada kita.

- Seringlah membicarakan tentang kematian.



4). Jangan sia-siakan kebersamaan.
- Doakan selalu yang terbaik bagi keluarga (dunia dan akherat)
- Saling meminta maaf sesering mungkin

- Biasakan berpisah dan bertemu dalam kebaikan



5). Targetkan dalam keadaan Khusnul khatimah.
- Selalu berbaik sangka (Husnudzan) Kepada Allah Ta'ala dalam berbagai keadaan.

- "Sesungguhnya Allah berfirman: "Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku..." (HR. Turmudzi)


- Selama ini kita lebih banyak fokus pada kepahitan daripada kemanisan nikmat Dari-Nya. Contoh bila mendapatkan ujian sakit, kita mengeluh dengan sakitnya, mendadak lupa kalau selama ini kita lebih banyak diberikan kesehatan.

Jangan berburuk sangka dengan hal yang tidak cocok/ tidak sesuai dengan kita, karena bisa jadi hal itu akan mendatangkan kebaikan.


- Kita sering marah, sedih, kecewa karena dihina, padahal hinaan orang itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehinaan yang sesungguhnya pada diri kita (yang Allah tutupi). 

- Masalah dibawa-bawa baik saja : Contoh kita merasa bahaya ketika ditipu oleh orang lain, padahal yang berbahaya itu bila kita yang menipu orang lain.



6). Perbanyak Dzikrullah (Mengingat Allah Subhanallahu Ta'ala)

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. al Ahzab : 41)

- Berdzikirlah dengan lisan, akal pikiran, tubuh dan hati.

Dari hadist Muaz, sabda Rasul SAW "Barangsiapa yang akhir katanya "Lailaha Illallah", Ia masuk surga." (HR. Abu Dawud). 


"Maka ingatlah Kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula kepadamu; dan bersyukurlah Kepada-Ku, dan janganlah kamu menjadi kufur." (QS. al Baqarah : 152)

Guru yang sangat disiplin, terutama dalam urusan waktu ini kembali melanjutkan kalimatnya, bila kita memperbanyak dzikrullah, maka hawa nafsu, syahwat, emosi, dll, akan terkendali. Beliau mengambil contoh saat thawaf, bersatunya antara lelaki dengan perempuan saat mengelilingi ka'bah, namun sampai saat ini tidak ada pengaduan tentang pelecehan saat thawaf. Mengapa? Karena hamba hamba Allah disana, lisan, pikiran, tubuh dan hatinya sibuk hanya berdzikir Kepada Allah Ta'ala. Masya Allah.

Sebelum membaca doa kafaratul majelis, semua yang hadir bermuhasabah dipimpin oleh Kyai yang selalu memanfaatkan waktu berolahraga sunnah, panahan dan berkuda. 

Demikianlah materi kajian Hikmah Rasia Ajal, semoga kita selalu mawas diri dan tidak menyia-yiakan waktu serta kesempatan yang telah Allah Subhanallahu Ta'ala amanahkan.

"Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun" (QS. An Nahl : 61)

"Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya." (QS. Al Mulk : 2)



Semoga bermanfaat

Hikmah Rahasia Ajal Hikmah Rahasia Ajal Reviewed by Era Elenra on 6:18 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.