Eropa Bangkit



‘Tentara Salib tidak pulang dengan penaklukan yang permanen, mereka pulang dengan membawa Ilmu pengetahuan’

Berbicara tentang pemikiran pada era dewasa ini, sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dengan pembicaraan tentang Peradaban Barat. 

Lebih 10 abad Eropa diklaim hidup dalam kegelapan. Sejak kemunduran agama Kristen Abad 3 masehi sampai lahirnya Renaisans, Eropa diklaim mengalami Zaman Kegelapan. Padalah pada masa itu telah berkembang peradaban maju di Spanyol. 

Instrumen Bedah Abul Qasim Al Zahrawi di Spanyol


Sebenarnya kebangkitan Eropa adalah hasil interaksi yang berkesinambungan antara orang-orang Eropa dengan kaum Muslimin. Baik itu di Yerusalem maupun di Granada. Kemajuan peradaban Spanyol memicu orang Eropa untuk belajar di Andalus. Bagi yang masih kekurangan, mereka menuju Yerusalem sebagai tentara Salib. 

Karenanya tentara Salib tidak pulang dengan penaklukan yang permanen, mereka pulang dengan membawa sesuatu yang lebih berharga lagi. Mereka pulang dengan membawa Ilmu pengetahuan. 

Mereka pulang dengan membawa cara pengobatan, buku buku untuk dipelajari, dan semuannya yang nantinya akan mengubah wajah Eropa.

Maka Eropa bangkit dan lahirlah Renaisans. Sebuah ledakan revolusioner gerakan peradaban Eropa.
Renaisans artinya adalah kelahiran kembali. Maksudnya adalah kelahiran kembali kebudayaan Yunani dan Romawi. Walaupun hakikatnya Renaisance adalah gerakan penguasaan kebudayaan Islam oleh Barat. Tetapi mereka tidak sekadar menyalin dan menempel kebudayaan klasik (Yunani, Romawi dan Islam). Melainkan mereka olah dan lahirkan dalam interprestasi baru.

Nilai yang melandasi semangat Renaisans adalah paham yang dikenal sebagai Humanisme.
Humanisme adalah paham yang dicirikan oleh adanya pengakuan dan kepercayaan akan kemampuan Manusia, hasrat intelektual manusia dan penghargaan atas intelektual manusia. Kaum Humanisme percaya bahwa rasio dapat melakukan segalanya dan lebih penting dari Iman. Kaum Humanis adalah kaum yang memberikan penghargaan tinggi atas harkat dan martabat manusia. Selain juga sangat berminat pada ‘dunia-sini’, dan perubahan social.

Humanisme adalah nilai inti dari kebudayaan Eropa. 

Perkembangan humanisme adalah meningkatnya dunia intelektualitas di Eropa. Maka munculah tokoh-tokoh Ilmuwan, filosof dan seniman pada Abad ini. 

Dalam bidang Ilmu pengetahuan Alam dan antariksa lahirlah Galileo-Galilei, Copernicus, Keppler, Gutenberg.

Dalam dunia seni muncul nama Leonardo (da Vinci), Michaelangelo(Pematung), Raphael, dan Donatello. 
David karya Michaelangelo
  
Sedangkan perkembangan teknologi transportasi memicu penjelajahan yang mengakibatkan kolonialisme didunia. Christopher Colombus dan Ferdinand Magelhans.

Maka kebudayaan Eropa berkembang menjadi kebudayaan yang ‘maju’.

Tetapi apa yang diperoleh oleh manusia modern yang menjadikan Barat sebagai kiblatnya? 

Mereka tidak memperoleh apa-apa. Hanya rasa serakah yang tidak berkesudahan. Keinginan yang tidak memberikan rasa puas. Serta kekayaan yang memberikan rasa gelisah.

Itulah sisi jahat paham Humanisme. Sebuah paham yang mendewakan manusia. Bahwa segala sesuatu dikembangkan demi kebutuhan manusia dengan mengesampingkan Tuhan.

Kaum humanisme sangat mendewakan pemikiran rasionalitas manusia dengan mencampakan petunjuk wahyu. Bagi mereka wahyu dan agama adalah lambang keterbelakangan dan kekolotan. 

Orang-orang yang berusaha untuk mengamalkan ajaran agamanya dilabelkan sebagai kuno, kadaluarsa dan tradisional. Mereka menganggap bahwa cara untuk maju adalah dengan meninggalkan ajaran  agama. Dan mempelajari sistem Ilmu yang dibangun barat. 

Akan tetapi sistem ilmu yang hanya mengandalkan rasio semata, adalah ilmu yang tidak kokoh. Dan memiliki sisi-sisi yang dapat diruntuhkan.

Sungguh tepat Imam Syafii bersyair:
“Sebagaimana mata memiliki keterbatasan yang saat itu ia harus berhenti,
Sedemikian pula akal memiliki keterbatasan yang saat itu ia harus berhenti juga”

Akal sebagaimana mata. Banyak hal yang dapat ditangkap pandangan mata, tetapi tidak sedikit yang tidak diperoleh oleh pandang mata. Begitupun akal, banyak Ilmu yang lahir karena proses berpikir, tetapi tidak sedikit hal yang tidak dapat dijelaskan oleh akal.

Seperti mata yang membutuhkan cahaya untuk melihat, maka demikian juga akal yang membutuhkan wahyu untuk memperoleh hikmah.

Maka sesungguhnya risalah ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada manusia. Lalu mengapa kau dustakan? Wahai budak kebudayaan modern. 

Allah telah memberikan Islam untukmu, tetapi mengapa engkau malu untuk mengikutinya? 

Allah telah mengutus Rasul-Nya seorang manusia terbaik di dunia untuk kau contoh, mengapa kau abaikan beliau? Wahai pengagum kebudayaan tanpa Tuhan.

Tidakkah engkau bangga dengan Risalah ini? Tidakkah engkau bangga dengan Risalah Tuhanmu?
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” QS 3:139

Maka akan tiba masanya Islam menguasai Eropa, tidak dengan perang tetapi dengan menggunakan Ilmu yang berbasis Ilahiyah.













Eropa Bangkit Eropa Bangkit Reviewed by Ahmad Lamuna on 22.12 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.