AADS

oleh Arya Noor Amarsyah












Dengan wajah cool-nya  Rangga berkata, “Cinta, aku sayang kamu.”

Cinta memalingkan wajahnya dan menanggapinya, “Basi!”

Rangga tahu Cinta ragu. “Cinta, tolong dengar sebentar.”

Cinta pun sedikit memalingkan mukanya dan siap mendengar ucapan Rangga selanjutnya, “Cinta,sungguh aku sayang kamu.”

Dalam hati Cinta berkata, “Jadi benar ya? Rumor selama ini. Rangga suka sama aku. Masa sih?”

Cinta hanya diam mendengar ucapan Rangga yang kedua. Karena hal ini dirasa penting, Rangga kembali berucap, “Cinta, demi Allah, aku sayang kamu.”

Mendengar ucapan ketiga ini, wajah Cinta memerah. Tersipu malu. Kali ini dia yakin Rangga tidak main-main. Dia sungguh-sungguh.

Begitulah tahapan dalam penyampaian berita. Pertama-tama berita disampaikan begitu saja, tanpa penegasan. Akan tetapi begitu lawan bicara tidak mempercayai berita yang didengarnya, maka kalimat berita ditambah satu ungkapan penegasan. Misalnya; ungkapan ‘sungguh’, ‘beneran’, ‘gue gak main-main’ atau ungkapan-ungkapan penegasan lainnya.

Bila lawan bicara masih tidak mempercayai juga. Maka kalimat berita ditambah dengan ungkapan berupa sumpah. Misalnya; demi Allah. Biasanya bila kalimat berita sudah disertai dengan ungkapan sumpah seperti demi Allah, maka lawan bicara akanmempercayai berita yang didengarnya. Andaikan lawan bicara tidak mempercayai,maka penyampai berita sudah tidak mau peduli lagi.

Demikian pula penyampaian berita dalam bahasa Arab. Pada mulanya, berita disampaikan begitusaja. Ketika lawan bicara tidak mempercayai berita yang didengarnya, makakalimat berita yang disampaikan ditambah dengan ungkapan penegasan. Dalambahasa Arab, ungkapan penegasan diwakili dengan kata inna, anna.

Bila disertaidengan ungkapan kata inna atau anna, masih saja lawan bicara tidakmempercayainya, pembicara menambahkan kalimat berita itu dengan sumpah. Sumpahatau qasam yang biasa digunakan dalam bahasa Arab adalah demi Allah, demi RabbKa’bah, demi Rabb Muhammad.

Bila berita yangdisertai qasam ini masih tidak dipercayai, maka pembicara tidak peduli lagi.Ibarat kata, “Terserah elo mau percaya atau nggak, gue gak peduli. Yang pentinggue udah sampein.”

Bila suatu beritadisampaikan kepada seseorang, berarti berita itu penting. Terlebih lagi biladisertai dengan ungkapan penegasan. Ketika lawan bicara tidak percaya, sipembawa berita tetap berusaha agar berita yang disampaikannya itu dipercayai. Olehkarenanya, pembawa berita mengambil langkah selanjutnya, menambah kalimatberita dengan ungkapan penegasan. Bila tidak percaya lagi, pembawa beritamengeluarkan ‘senjata pamungkas’ agar lawan bicara percaya. Di sampaikanlahberita disertai dengan kata sumpah.

Bagaimana kira-kirakalau tiba-tiba ada Ocid berkata, “Demi Allah, tadi gue liat komet jatuh.”

Ocid tidakmengatakan, “Tadi gue liat komet jatuh.” Dia juga tidak mengatakan, “Beneran,tadi gue liat komet jatuh.” Tapi Ocid langsung mengatakan, “Demi Allah, tadigue liat komet jatuh.”

Apa artinya? Ocid tidak mau bertele-tele. Dia maunya begitu orang dengar berita yang dibawanya,langsung percaya. Oleh karena itu, dia langsung mengatakan, “Demi Allah, tadi gue liat komet jatuh.”

Kenapa Ocid langsung mengatakan seperti itu? Karena berita yang dibawanya amat penting danorang tidak diberi kesempatan lagi untuk tidak percaya.

Seperti itulah yang terjadi dalam ayat-ayat Al-Quran (utamanya) yang terdapat dalam Juz Amma.

Seperti dalam surat Al-Ashr, Allah langsung membuka ayat dengan sumpah atau qasam. Demi waktu Ashratau demi waktu. Allah ‘ujug-ujug’ membuka penyampaian berita dengan sumpah.Apa berita yang disampaikan Allah? Manusia berada dalam kerugian.

Allah tidak memulai penyampaian berita dengan kalimat berita biasa, “Manusia berada dalamkerugian.” Tidak juga menyampaikan, “Sungguh, manusia berada dalam kerugian.”Tapi Allah langsung menyampaikan berita disertai ungkapan sumpah, “Demi waktu Ashr, sungguh manusia berada dalam kerugian.”

Apa artinya? Allah tidak mau bertele-tele. Dia maunya begitu hamba-hamba-Nya dengar/membaca ayat itu, langsung percaya. Oleh karena itu, Allah langsung mengatakan, “Demi waktuAshr, sungguh manusia berada dalam kerugian.”

Kenapa Allah langsung mengatakan seperti itu? Karena berita yang disampaikan-Nya amat penting dan hamba-hamba-Nya tidak diberi kesempatan lagi untuk tidak percaya.

Oleh karenanya,ulama tafsir mengatakan bahwa ayat-ayat yang diawali dengan sumpah menunjukkanbahwa berita yang terletak setelah sumpah, amat sangat perlu alias urgent untukdiperhatikan.

Apa kalimat beritayang perlu diperhatikan dalam surat Al-‘Adiyaat, At-Tiin, Adh—Dhuhaa, Al-Lail, Asy-Syams?Masih banyak lagi ayat-ayat yang diawali dengan sumpah atau qasam, diawalidengan kata ‘Demi’.

Semoga manfaat

AADS AADS Reviewed by Ahmad Lamuna on 8:51 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.