Sekilas Sejarah tentang Perang Pemikiran

Sudah menjadi sunnatullah bahwa akan selalu ada pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Ini dimulai dari zaman Nabi Adam sampai hari dibangkitkan. Itulah janji Allah kepada Iblis, setelah Iblis terusir dari Surga.



Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.


Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."


Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina."


Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan."


Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."


Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”


Karena itu hakikatnya, Ghazwul Fikr/Perang Pemikiran adalah merupakan perang yang berkesinambungan yang tidak pernah selesai sampai hari dibangkitkan. Ghazwul Fikr adalah pertarungan antara paham Al Haq dengan paham Al Bathil yang terus menerus.

Karenanya Allah telah mewanti-wanti dalam Yaasin
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”

Menurut ayat tersebut Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa waspada terhadap bisikan-bisikan Syaitan. Dan tentu saja balatentaranya yang terdiri dari Jin dan Manusia. (QS 114)
Perang Pemikiran secara sempit adalah serangan yang bertubi-tubi yang tersusun secara sistematis, terukur dan terencana dengan baik yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk mengubah kepribadian muslim sehingga menjadi pengikut musuh Islam tersebut.

“Sesungguhnya kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga kalau mereka masuk lubang biawakpun, niscaya kalian akan masuk ke dalamnya. Mereka(para Sahabat) bertanya,’Ya Rasul Allah, apakah mereka Yahudi dan Nashrani?’ Jawab beliau,’siapa lagi.”

Serangan pemikiran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam bertujuan untuk memadamkan cahaya Allah. Sehingga umat Islam akan jauh dari Agamanya, larut kepribadiannya, juga rusak pemikirannya. Sasarannya adalah merusak akhlaq, menghancurkan pemikirannya, melarutkan kepribadiannya, loyal kepada orang kafir sampai murtad terhadap agamanya.

Walaupun hakikatnya Perang Pemikiran sudah ada semenjak Iblis dicampakan dari surga, akan tetapi Perang Pemikiran sebagai sebuah kajian dimulai sejak kekalahan Barat dalam Perang Salib III. Inilah era lahirnya Orientalisme.

Orientalisme adalah sebuah studi yang dilakukan oleh orang barat terhadap berbagai disiplin ilmu yang dimiliki oleh orang timur. Atau dapat juga dikatakan bahwa orientalisme adalah disiplin ilmu tentang ketimuran.Sedangkan Orientalisme secara sempit adalah pembacaan barat terhadap Islam.

Orientalisme muncul ketika Islam masih berada di Andalus. Dimana banyak orang-orang Eropa yang belajar pada Universitas Andalusia. Sehingga Eropa tercerahkan dan lahirlah Zaman Renaisance.

Hasil pembacaan mereka terhadap Islam, pertama kali digunakan untuk menggempur ajaran Kristen. Sehingga munculah tokoh-tokoh semancam Giordano Bruno, Galileo Galilei dan munculnya gerakan Calvinisme.

Gerakan Liberalisme dan Sekularisme(baca: pemisahan agama dengan negara)  merupakan gerakan berikutnya yang melahirkan Revolusi Perancis, Protestianisme serta gerakan Sekulerisme Turki 1924.

Sedangkan Gerakan Rasionalisme dan Materialisme(baca penguasaan akal atas wahyu), melahirkan Nietzschianisme dan Freudianisme

Perkembangan selanjutnya, adalah kolonialisme, ialah penguasaan Eropa atas dunia timur. Dalam hal ini dapat dibaca kolonialisme adalah penguasaan orang Kristen(yang sukses menjadi korban) terhadap Islam. Maka mulailah Barat menyebarkan paham ini. Mereka membawa kitab-kitab literatur Islam dari negeri-negeri Muslim (yang pertama tentu saja dari Spanyol) ke negeri mereka. Misalkan dari Indonesia adalah Keropak Ferrara dan Suluk Sunan Bonang.

Sunset over Florence. Pusat Renaisans abad XIV


Mereka mempelajari khazanah literature Islam lalu menyebarkan paham yang bertentangan dengan Islam untuk memurtadkan Kaum Muslimin paling tidak mematahkan perlawanan dari Ummat Islam.
Maka lahirlah Liberalisme agama yang diarahkan kepada Islam.

Liberalisme Agama adalah dekontruksi(ifsad) pemikiran atau pembacaan yang dilakukan oleh ‘sarjana-sarjana muslim’ terhadap metodologi pemikiran(istinbath ahkam) atau bangunan Ilmu yang telah dibangun oleh Ulama-ulama Salaf. Serat Gatoloco dan Darmogandul juga termasuk dalam hal ini.

Pendeta Alphonse Mingana(1937) menyebutkan: Sudah tiba masanya untuk melakukan kritik teks terhadap al-Qur’an sebagaimana telah kita lakukan terhadap Bibel Yahudi yang berbahasa Ibrani-Aramaik dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani.

Serangan yang bertubi-tubi yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dari segala arah, seharusnya membuat kita sadar untuk melakukan perlawanan. Sebagai seorang muslim tidak selayaknya berdiam diri ketika agamanya difitnah, dicacimaki dan dilecehkan.

Apalagi FLP sebagai sebuah organisasi kepenulisan yang berorientasi da’wah sudah semestinya menjadi bagian terdepan dalam mematahkan argumen-argumen yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam dengan penanya. FLP harus menjadi panglima dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dan mengangkat keagungan dan keindahan Islam. FLP sudah selayaknya mampu menangkis berbagai macam fitnah yang ditujukan kepada Islam.

Maka mulai sekarang, angkatlah penamu dan belalah agamamu!

Menulis adalah Jihad!
Sekilas Sejarah tentang Perang Pemikiran Sekilas Sejarah tentang Perang Pemikiran Reviewed by Ahmad Lamuna on 8:10 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.