Sejarah Permudah Pahami Al-Quran

"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
(az-Zalzalah: 7-8)

Sebab turunnya ayat
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Said bin Jabir yang berkata, "Tatkala turun ayat, 'Dan mereka.memberikan makanan yang disukainya...' kaum muslimin berpikiran bahwa mereka tidak akan diberi pahala jika melakukan kebaikan yang kecil. Sementara yang lain berpandangan bahwa mereka tidak akan mendapat siksaan jika melakukan dosa-dosa kecil, seperti berbohong, melihat kepada yang haram, menggunjing, dan hal-hal sejenis.

Mereka antara lain berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menyiksa orang-orang yang melakukan dosa besar”

Allah lalu menurunkan ayat, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”


Sebelum ayat 7 dan 8 surat Al-Zalzalah ini, kaum muslimin berpendapat bahwa bahwa mereka tidak akan diberi pahala jika melakukan kebaikan yang kecil.

Sementara yang lain berpandangan bahwa mereka tidak akan mendapat siksaan jika melakukan dosa-dosa kecil, seperti berbohong, melihat kepada yang haram, menggunjing, dan hal-hal sejenis.

Ada lagi yang berpendapat, “Sesungguhnya Allah hanya menyiksa orang-orang yang melakukan dosa besar”

Pendapat mereka masing-masing memiliki dampak tersendiri. Kaum muslimin yang berpendapat tidak akan memperoleh pahala jika melakukan kebaikan yang kecil, sederhana, mudah, ini akan berdampak pada malasnya beramal sholih. Orang-orang miskin akan merasa tidak dapat bersedekah, berinfak; karena mereka tidak memiliki harta sedikitpun.

Dampak mereka yang berpendapat bahwa tidak akan mendapat siksaan, jika hanya melakukan dosa-dosa kecil seperti berbohong dan seterusnya, mereka mudah, ringan dalam melakukan dosa-dosa kecil.

Pendapat kedua kalangan ini dibantah oleh firman Allah di atas. Sekecil apa pun perbuatan baik, niscaya Allah akan membalasnya. Rasulullah saw menegaskan yang intinya mengandung pengertian, “Jangan kamu remeh suatu perbuatasn baik, walau hanya sekadar senyum kepada saudaramu.”

Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan, tapi berat di timbangan. Yaitu.....”

Dua hadits ini semakin memperkuat ayat di atas, sehingga kaum muslimin semangat melakukan amal shalih, walau sepintas terlihat sebagai sebuah perbuatan yang kecil.

Asbabun Nuzul di atas semakin memperjelas pengertian 2 ayat di atas. Karena di dalam Asbabun Nuzul itu ada contoh. Sedangkan di ayat tidak ada gambaran, tidak ada contoh. Nah, Asbabun Nuzul inilah yang memperjelas ungkapan dalam ayat.

Demikian Asbabun Nuzul alias riwayat-riwayat, sejarah yang melatar belakangi turunnya ayat. Asbabun Nuzul ini akan menuntun kita, mempermudah kita memahami ayat-ayat Al-Quran.





Sejarah Permudah Pahami Al-Quran Sejarah Permudah Pahami Al-Quran Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 07.19 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.