Rasulullah pun Berusaha


Sejarah. Sejarah akan selalu berulang. Karena tidak ada perubahan dalam sunnatullah. Orang baik tidak mungkin bersatu dengan kebalikkannya. Pria sholeh akan mendapatkan wanita yang sholehah. 

Oleh karenanya, ketika Khadijah membawa Rasulullah saw ke pamannya yang merupakan seorang pendeta. Apa yang dikatakan pendeta itu, “Andaikan saya masih hidup, pada saat Anda diusir kaum Anda, maka saya akan membelamu!”

Rasulullah bertanya, “Kaumku akan mengusirku?”
“Ya. Tidak ada yang membawa risalah sepertimu, kecuali dia akan diusir kaumnya,” jawab pendeta itu

Ini bukti. Sejarah akan terus berulang. Belum lagi jika ditinjau dari sisi kemanusiaannya. Manusia dari zaman nabi Adam sampai sekarang sama. Punya akal, punya naluri dan seterusnya. Sehingga permasalahannya sama.

Oke. Untuk pertama kali mari sama-sama kita merenungkan sepenggal sejarah dalam salah satu episode hijrahnya Rasulullah saw.

Keberhasilan Rasulullah menyelamatkan diri dari kepungan dan kejaran orang-orang yang ingin membunuhnya ketika hijrah, tak cukup dijelaskan semata karena pertolongan Allah. Meski itu yang paling utama, tapi sisi usaha Rasulullah Saw sebagai seorang manusia pun sangat nyata.

Rasulullah terlebih dahulu melakukan berbagai usaha. Rasulullah saw meminta Ali bin Abi Thalib ra. untuk tidur di peraduan beliau saw dan menggunakan selimut beliau.

Beliau saw juga sudah memperhitungkan bahwa musuhnya akan mengejar ke arah Madinah. Untuk itu ia dan sahabatnya Abu Bakar besembunyi di Gua Tsur yang letaknya berlawanan dengan arah Madinah. Rasulullah dan Abu Bakar tinggal di gua ini selama tiga hari.

Untuk menghilangkan jejak perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar ra. ke Gua Tsur, mereka meminta Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar untuk menggembalakan kambing di sekitar dan sepanjang jalan ke gua. Selain itu susu kambingnya dapat mereka ambil pula.

Selama tiga hari bersembunyi di gua, Rasulullah dan Abu Bakar tidak kekurangan makanan. Karena Asma, putri Abu Bakar senantiasa menyuplai makanan buat mereka.

Untuk mengetahui keadaan lawan, Rasulullah saw menyuruh Abdullah bin Abu Bakar menginap bersama mereka di gua. Sebelum matahari terbit, Abdullah sudah berada lagi di Mekkah. Sehingga Rasulullah dapat mengetahui rencana para kafir Quraisy yang terus mengejar dan ingin membunuhnya.

Setelah dirasa keadaan cukup aman, Rasulullah dan Abu Bakar meninggalkan gua Tsur dan meneruskan perjalanan ke arah selatan. Setelah melewati daerah pantai dan daerah sepi yang nyaris tak pernah dilewati orang, mereka berbalik ke arah utara menuju Madinah.

Rasulullah saw adalah kekasih Allah. Beliau minta apa saja, pasti langsung dikabul. Minta dikirim kendaraan super cepat agar bisa kabur dari Mekkah, bisa. Memohon kepada Allah, agar dikirim banjir, angin puting beliung melenyapkan kafir Quraisy, ini pun. Pendek kata apa saja yang diminta, langsung dikabul Allah.

Tapi itu tidak dilakukan beliau. Keyakinan pada Allah Yang Maha Kuasa, sangat mampu menolong hamba-hamba-Nya yang beriman tidak berarti seorang mukmin berpangku  tangan dan tidak mau berusaha.

Lihat saja sepenggal kisah hijrah Rasulullah saw. Berbagai tekhnis ditempuh agar bisa sampai dengan selamat di Madinah. Beragam rupa, konsekwensi yang kemungkinan akan terjadi juga diperhitungkan. Ibarat rencana A dipersiapkan, rencana B siap menggantikan rencana A.  

sumber image: http://yoannsyuana.blogspot.co.id/ 

Rasulullah pun Berusaha Rasulullah pun Berusaha Reviewed by ARYA NOOR AMARSYAH on 07.42 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.