Ikan Bandeng



sumber : http://s1244.photobucket.com/user/immanuel07/media/1.png.html

Ada apa dengan ikan bandeng? Dagingnya lezat, tapi sayangnya bandeng memiliki tulang dan duri yang cukup susah dipisahkan dari dagingnya. Tersimpan manis dalam ingatan, saat ibu bersusah payah memisahkan tulang dan duri satu per satu dari ikan bandeng saat menyuapi saya waktu kecil dulu. Betapa sangat berhati-hati agar tidak ada satu ruas duri pun yang masuk ke dalam mulut mungil putrinya ini. Semoga Allah memberkahi kasih sayang ibu... Aamiin...

Salah satu cara agar bandeng semakin enak dinikmati adalah dengan mengolahnya menjadi bandeng presto. Bandeng dimasak dengan menggunakan temperatur tinggi dan memakai alat masak yang bernama pressure cooker atau panci presto. Panci ini berbeda dengan panci biasa karena dapat tertutup dengan sangat rapat, sehingga uap di dalam panci tidak ada yang keluar. Dengan begitu panci ini menghasilkan tekanan uap yang sangat tinggi, sehingga mampu membuat makanan menjadi lunak. Cara kerja inilah yang membuat tulang dan duri bandeng tersebut menjadi lunak, tetapi dagingnya tidak rusak.

Hampir mirip dengan ikan bandeng, ada juga ‘tulang dan duri’ dalam diri yang membuat hidup kita terkadang tidak mengenakkan. Entah itu bagi diri kita sendiri, orang lain, bahkan Sang Pemilik kita. Mungkin ‘tulang dan duri’ itu berupa rasa congkak, iri hati, amarah, dendam, perangai yang kurang baik, dan lain sebagainya.

Maka, kerap kali Allah SWT harus ‘melunakkannya’ dengan memasukkan kita untuk sementara waktu ke dalam ‘panci presto’-Nya, yakni situasi hidup yang membuat kita tertekan atau under pressure. Tentu Allah SWT telah mengaturnya dalam kadar tekanan yang sesuai dan tidak melebihi kemampuan kita dalam menghadapinya.

Oleh karena itu, apabila saat ini kita dihadapkan pada situasi yang tertekan, misal : batas pengumpulan skripsi yang makin dekat padahal analisis data belum jua selesai, deadline pembayaran uang kos yang tinggal menghitung hari padahal orang tua sedang butuh biaya untuk berobat, isi dompet menipis padahal kebutuhan hidup semakin bikin meringis, dan lain sebagainya, maka janganlah mengeluh! Gunakan kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang Dia inginkan untuk kita ubah, mungkin ada ‘tulang dan duri’ dalam diri yang harus kita lunakkan. Jalani semua ‘tekanan’ itu dengan penuh kesabaran. Semoga dengan adanya ‘tekanan’ itu, bisa membentuk pribadi kita menjadi lebih baik.

Ikan Bandeng Ikan Bandeng Reviewed by Aisya Avicenna on 1:09 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.