Ibunda Para Syuhada

Ibunda Para Syuhada

Ada seorang shahabiyah yang terlahir di zaman jahiliah dari kalangan bangsa Arab yang mulia Bani Mudhar. Wanita pemberani, murah hati, jujur, tenang, tegas juga fasih dan pandai bersyair. Beliau menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz as-Sulami, dari pernikahannya beliau dikaruniai empat orang anak laki-laki. Beliau adalah sosok ibu yang cerdas, yang membina dan mendidik putra-putranya hingga syahid di medan perang Qadassiyah.

Alkisah sebelum peperangan Qadasiyyah dimulai, keempat putra beliau bertengkar memperebutkan siapa yang tinggal di rumah menjaga ibunya dan siapa yang maju ke medan perang. Sang ibu mendengar pertengkaran mereka seraya menasihati dan berwasiat kepada keempat putranya, beliau berkata, "Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah memeluk agama Islam ini tanpa paksaan, kalian telah berhijrah dengan kehendak kalian sendiri. Demi Allah yang tiada tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra  dari seorang lelaki dan perempuan  yang sama. Tak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu. Jika kalian melihat perang, maka singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan, niscaya kalian akan mendapat pahala di akhirat. Negeri keabadian. Wahai anak-anakku, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah. Inilah kebenaran sejati maka untuk itu berperanglah demi itu, bertempurlah sampai mati. Wahai anak-anakku, carilah maut niscaya engkau dianugerahi hidup."

Mendengar itu berangkatlah keempat putra beliau  ke medan perang melawan musuh, dalam peperangan banyak musuh yang terbunuh di tangan mereka, hingga akhirnya nyawa mereka pun tercabut dan mereka syahid. Mendengar kesyahidan keempat putranya, beliau yang bijaksana tak bersedih hati bahkan beliau berkata, "Alhamdulillah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah berkenan mempertemukanku dengan putra-putraku dalam naungan rahmat-Nya, di surga-Nya yang luas."

Beliaulah seorang ibu yang telah berwasiat dengan gamblang dan tenang sebelum anak-anaknya maju ke medan perang, beliaulah seorang yang berwawasan luas, bijak dan cerdas, seorang ibu yang menjadi penyejuk untuk anak-anaknya, pembina dan pendidik para mujahid. Beliaulah Tamadhar binti Amr bin Syuraid bin Ushayyah as-Sulamiyah, beliaulah Al-Khansa binti Amr Radhiyallahu ‘Anha. Beliau wafat pada awal masa khalifah Utsman bin Affan tahun ke-24 Hijriah.

Semoga kita dapat meneladani kisah beliau dari kegigihannya mendidik dan membina generasi. Dari kecerdasannya, kesabaran serta kepribadiannya yang kuat  demi membela agama Islam yang agung. Semoga bermanfaat J

Wallahu a'alam bishshawab


By : Bintu Khansa
Ibunda Para Syuhada Ibunda Para Syuhada Reviewed by Sayuda Patria on 23.43 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.