Hafalan Shalat Delisa



Judul        :           Hafalan Shalat Delisa
Penulis     :           Tere - Liye
Penerbit    :           Republika
Tebal        :           266 Halaman

Disajikan dengan bahasa khas Tere-Liye, seperti di beberapa novel sebelumnya. Novel ini menceritakan tentang kejadian tsunami di aceh sekitar sepuluh tahun. Sebuah novel spiritual yang bisa dibaca oleh banyak kalangan karena pembawaan bahasanya yang ringan dan sangat edukatif.
Tokoh utamanya adalah seorang anak peremuan enam tahun bernama Delisa. Dia bungsu dari empat orang saudara. Ketiga kakaknya bernama, Fatimah, Zahra dan Aisyah. Mereka bertempat tinggal di sebuah daerah di Aceh Besar bernama Lhok Nga, bersama dengan ummi mereka yang bernama Salamah, sementara abi mereka Usman bekerja di tangker sebuah perusahaan Internasional.
Empat orang saudara yang memiliki watak yang berbeda – beda.  Fatimah yang bijak, Zahra yang pendiam, Aisyah yang suka cemburu pada Delisa yang manja. Delisa terbilang anak yang cerdas, apalagi dengan kesenangannya yang menanyakan hal – hal yang membuat selalu penasaran. Meski sering terjadi keributan kecil ditengah – tengah keluarga itu, antara Delisa dan Aisyah, namun akan segera kembali tenang dengan indah didik seorang Ummi Salamah.
Delisa yang tengah menghafalkan hafalan shalatnya untuk ujian praktek yang akan disetorkan kepada Ibu Guru Nur selalu mendapatkan komentar dari kakaknya, Aisyah. Dengan penuh kesungguhan Delisa menghafalkannya. Dan dia menjadi semakin bersemangat karena telah dijanjikan hadiah sepeda oleh Abi dan seuntai kalung oleh Umminya yang dibeli di toko Koh Acan.
Tiba waktunya hari ujian praktek hafalan shalat Delisa. Dengan semangat dan doa yang disertakan ketiga kakaknya, Ummi mengantarkan Delisa. Ketika tiba giliran Delisa, tiba – tiba gempa terjadi disana. Gempa tersebut menjatuhkan vas bunga yang melukai lengan Delisa. Sebuah gempa yang berkekuatan hebat, kemudian sebuah gelombang besar menyapu seluruh daratan Aceh Besar. Lok Ngah menjadi salah satu mainan ombak dahsyat yang menggulung.
Delisa yang masih dengan kekhusyuannya membacakan lafadz – lafadz bacaan shalat dihantam gelombang dengan sangat keras, tubuhnya terpental membentur ke tembok. Air tsunami telah membawanya, membawa Ummi, ketiga kakaknya dan warga Lok Ngah.
Delisa masih sempat terselamatkan, namun tidak bagi Ummi dan ketiga kakaknya. Dengan keadaan tak sadarkan diri selama enam hari, Tim SAR menemukan tubuhnya dalam keadaan yang menyedihkan diantara semak belukar. Delisa dengan segera dibawa ke rumah sakit dan dirawat disana. Di tubuhnya terdapat banyak luka dan dengan terpaksa harus dipasangkan banyak selang di tubuhnya, termasuk kakinya yang harus diamputasi karena sudah membusuk dan kepalanya yang ditanami jahitan karena banyak luka di bagian sana.
Abinya yang terakhir tahu tentang kabar yang menimpa tanah tempat tinggal dan keluarganya, membuatnya harus segera kembali dan meninggalkan pekerjaannya. Mencari sisa – sisa kehidupan disana. Berharap masih bisa dijumpainya keluarga yang sangat dicintainya. Namun sekembalinya menjumpai siapa – siapa selain beberapa puing bangungan rumahnya yang telah bersih dimainkan ombak.
Dengan masih menyimpan harapan Abi Delisa mencoba mencari info mengenai keluarganya yang juga menjadi korban.
Lalu bagaimanakah perjalanan Delisa pasca tsunami? Bagaimana ia menghadapi musibah yang menimpanya? Bagaimana ia menyikapi kepergian Ummi dan ketiga kakaknya? Bagaimana pertemuan mengharukan antara Delisa dan Abinya?
Silakan baca novelnya. (Miftahus Sa'adah)

Hafalan Shalat Delisa Hafalan Shalat Delisa Reviewed by Ahmad Lamuna on 11:23 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.