Point-point Penting dalam AD ART




Anggaran Dasar
Forum Lingkar Pena

Pasal 1
Nama, Kedudukan dan Wilayah Gerak

(1)     Organisasi ini bernama Forum Lingkar Pena dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga disebut sebagai FLP.
(2)     FLP pertama kali berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
(3)     FLP dapat mendirikan FLP Wilayah, FLP Cabang dan/atau FLP Ranting sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
(4)     FLP bergerak di segala bidang yang berhubungan dengan kepenulisan dan pemberdayaan penulis.

Pasal 2
Azas
FLP berazaskan Islam.

Pasal 3
Waktu Berdiri

FLP berdiri pada tanggal 22 Februari 1997 dan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.

Pasal 4
Visi dan Misi
(1)     FLP memiliki visi untuk menjadi sebuah organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan.
(2)     FLP memiliki misi :
a.       Meningkatkan mutu dan produktivitas karya anggota sebagai sumbangsih berarti bagi masyarakat.
b.       Membangun jaringan penulis yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan mencerdaskan.
c.       Meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat.
d.       Memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penulis.

Pasal 5
Bentuk Lembaga dan Fungsi

(1)     FLP memiliki bentuk lembaga sebagai organisasi kepenulisan.
(2)     FLP memiliki fungsi :
a.       Pembinaan.
b.       Pembentukan jaringan.
c.       Advokasi.
(3)     Fungsi pembinaan merupakan fungsi FLP dalam meningkatkan kualitas personal dan karya anggota.
(4)     Fungsi pembentukan jaringan merupakan fungsi FLP dalam membentuk jaringan penulis untuk membangun peradaban melalui karya-karya yang berkualitas dan mencerdaskan.
(5)     Fungsi advokasi merupakan fungsi FLP dalam menyejahterakan dan melakukan advokasi terhadap kepentingan anggota pada khususnya dan terhadap kepentingan penulis pada umumnya.
Pasal 6
Logo

(1) Logo FLP berbentuk huruf-huruf kapital, yakni F L P dan di bawah huruf F dan L, tertulis kepanjangan FLP (Forum Lingkar Pena). Huruf  F berwarna biru. Huruf  L berwarna putih berbentuk buku yang terbuka dengan bulatan merah di atas kanan, dan dapat juga dilihat seperti mata pena. Huruf  P berwarna biru dengan posisi kaki lebih panjang daripada huruf F dan L, dengan lekukan yang menjorok ke arah bulatan merah huruf  L sehingga bentuknya bisa dilihat seperti orang sedang ruku’ atau orang membaca buku.
(2)Makna logo tersebut adalah sebagai berikut:
e.       Huruf “F” melambangkan keterbukaan bagi siapa pun untuk bergabung dalam aktivitas membaca dan menulis.
f.        Huruf “L” yang seperti lembaran buku terbuka dengan bulatan merah di atasnya dan menyerupai orang yang sedang membaca, melambangkan aktivitas membaca yang tak pernah henti. Huruf “L” juga melambangkan mata pena, yakni aktivitas menulis.
g.       Huruf “P”, bersama dengan huruf ”L” menyerupai orang yang sedang menjenguk buku, melambangkan orang yang tak henti membaca sambil terus menegakkan penanya. Ini berarti bahwa aktivitas membaca dan menulis tak pernah terpisahkan. Melambangkan juga orang yang sedang ruku’ yang bermakna selalu mengagungkan Allah dalam setiap guratan penanya.
(3)     Warna logo memiliki makna sebagai berikut:
a.       Biru berarti universalitas.
b.       Putih berarti aspiratif dan konsistensi.
c.       Merah berarti pencerahan.
(4)     Pengubahan logo diajukan pada sidang Musyawarah Nasional atau Musyawarah Istimewa dan sah jika disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari suara sah yang hadir di dalam Musyawarah tersebut.
(5)     Dalam keadaan yang membutuhkan perubahan logo secara cepat, Ketua Umum dengan persetujuan Dewan Pertimbangan FLP berhak menetapkan logo baru sementara yang berlaku sampai Musyawarah Nasional atau Musyawarah Istimewa berikutnya.
(6)     Mengenai tata-cara pemakaian logo akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 7
Keanggotaan

Keanggotaan yang terdapat di dalam FLP diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. Dewan Pendiri.
  2. Dewan Pertimbangan.
  3. Pengurus.
  4. Anggota.

                 







Pasal 10
Perangkat Organisasi

Perangkat Organisasi FLP terdiri dari :
a.       Musyawarah
b.       Dewan Penasihat
c.       Dewan Pertimbangan FLP
d.       Ketua Umum
e.       Badan Pengurus Pusat
f.        FLP Wilayah, Cabang, dan Ranting

Pasal 24
Tata Urutan Dasar Hukum Keorganisasian

Tata urutan dasar hukum yang berlaku di FLP adalah sebagai berikut :
  1. Al Qur’an dan As Sunnah
  2. Ketetapan Musyawarah Nasional
  3. Anggaran Dasar
  4. Anggaran Rumah Tangga
  5. Ketetapan Dewan Pertimbangan FLP
  6. Keputusan Ketua Umum
  7. Keputusan Badan Pengurus Pusat
  8. Ketetapan Musyawarah  Wilayah
  9. Keputusan Pengurus FLP Wilayah
  10. Ketetapan Musyawarah Cabang
  11. Keputusan Pengurus FLP Cabang
  12. Ketetapan musyawarah Ranting
  13. Keputusan pengurus FLP Ranting



                                                                        Bali,   31   Agustus 2013
                                                                                             


Anggaran Rumah Tangga
Forum Lingkar Pena


BAB I
MAKNA DAN TATA CARA PENGGUNAAN LOGO

Pasal 1
Makna Logo

  1. Bentuk Logo FLP adalah sebagai berikut:
a.       Huruf “F” melambangkan keterbukaan bagi siapa pun, semacam ‘pintu’ bagi semua orang yang ingin bergabung dalam aktivitas membaca dan menulis.
b.       Huruf “L” yang seperti lembaran buku yang terbuka dengan ‘bulatan merah’ di atasnya yang menyerupai orang yang sedang membaca, melambangkan aktivitas membaca yang tak pernah henti. Bila dilihat lebih teliti, huruf “L” juga melambangkan mata pena, yakni aktivitas menulis.
c.       Huruf “P”, bersama dengan huruf sebelumnya (L) menyerupai orang yang sedang menjenguk buku, melambangkan orang yang tak henti membaca sambil terus menegakkan penanya. Ini berarti bahwa aktivitas membaca dan menulis tak pernah terpisahkan. Melambangkan juga orang yang sedang ruku’ yang bermakna selalu mengagungkan Allah dalam setiap guratan penanya.
  1. Warna logo memiliki makna sebagai berikut:
a.    Biru berarti universalitas.
b.   Putih berarti aspiratif dan konsistensi.
c.       Merah berarti pencerahan.

Pasal 2
Penggunaan Logo

1.     Penggunaan logo oleh organisasi
a.   Logo digunakan sebagai identitas organisasi.
b.   Logo digunakan dalam kegiatan, baik kegiatan internal maupun bekerjasama dengan pihak lain, yang sesuai dengan azas, visi, dan misi FLP.
    1. Logo digunakan untuk kebutuhan administrasi organisasi.
    2. Logo dapat digunakan dalam bentuk merchandise yang dibuat oleh pengurus FLP untuk memperoleh keuntungan dari penjualan tersebut digunakan untuk kepentingan organisasi.

2.     Penggunaan logo oleh pihak lain
a.       Penulis yang akan menerbitkan karyanya mengajukan permohonan pencantuman logo kepada organisasi dan penerbit
b.       Penerbit dan penulis wajib membayar fee kepada organisasi untuk pencantuman logo pada setiap penerbitan karya.
c.       Apabila ada pihak-pihak lain selain penerbit dan organisasi FLP yang mencantumkan logo FLP, ada peraturan tersendiri berkaitan dengan hal tersebut yang ditentukan oleh Dewan Pertimbangan FLP




BAB II
KEANGGOTAAN
Pasal 4
Jenis Keanggotaan
Anggota FLP terdiri dari:
1.       Anggota Biasa untuk selanjutnya disebut Anggota
2.       Anggota Kehormatan

Pasal 5
Syarat Keanggotaan
1.       Syarat keanggotan bagi Anggota adalah sbb:
a.       Warga Negara Indonesia (WNI).
b.       Warga Negara Asing (WNA) yang persyaratannya ditentukan kemudian.
c.       Memiliki minat yang besar terhadap Islam dan kepenulisan.
d.       Mengajukan permohonan dan mengisi formulir keanggotaan melalui website resmi BPP.
e.       Bersedia mematuhi dasar hukum keorganisasian FLP.

2.       Syarat keanggotaan bagi Anggota Kehormatan adalah sebagai berikut:
a.       Warga Negara Indonesia (WNI) .
b.       Warga Negara Asing (WNA) yang persyaratannya ditentukan kemudian oleh Badan Pimpinan Pusat dan Dewan  Pertimbangan FLP
c.       Memiliki keahlian dalam dunia kepenulisan dan atau kepedulian terhadap Islam.
d.       Meminta atau diminta menjadi anggota FLP.
3.       Penetapan keanggotan bagi anggota Kehormatan dilakukan oleh Dewan Pertimbangan FLP

Pasal 6
Gugurnya Keanggotaan

(1)     Mengundurkan diri.
(2)     Meninggal dunia.
(3)     Anggota dicabut keanggotaannya oleh Pengurus FLP Wilayah, Cabang atau Ranting setempat karena satu atau lain hal yang dianggap sebagai alasan pencabutan.
(4)     Pencabutan keanggotaan dilakukan oleh Pengurus FLP Wilayah, Cabang atau Ranting setempat dengan mengirimkan pemberitahuan kepada struktur pengurus di atasnya
(5)     Anggota Kehormatan dicabut keanggotaannya oleh Dewan Pertimbangan FLP karena satu atau lain hal yang dianggap sebagai alasan pencabutan.

Pasal 7
Hak-hak Anggota

1.       Hak-hak Anggota
a.       Mendapatkan kartu tanda anggota FLP yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Pusat.
b.       Mendapatkan pembinaan keIslaman dan kepenulisan.
c.       Mengikuti acara dan kepanitiaan yang dilaksanakan oleh FLP.
d.       Memilih dan dipilih sebagai pengurus FLP.
e.       Mendapatkan advokasi dan bantuan dalam proses penerbitan karya.
2.       Hak-hak Anggota Kehormatan
a.       Mendapatkan kartu tanda anggota FLP yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Pusat.
b.       Terlibat dalam kegiatan pembinaan keIslaman dan kepenulisan.
c.       Mendapatkan advokasi dan bantuan dalam proses penerbitan karya.

Pasal 8
Kewajiban Anggota

1.       Kewajiban Anggota
a.       Berusaha secara bersungguh-sungguh untuk mewujudkan visi dan misi FLP.
b.       Komitmen dengan pertemuan-pertemuan dan program yang telah ditetapkan.
c.       Secara teratur membayar iuran yang telah ditetapkan oleh BPP.
2.       Kewajiban Anggota Kehormatan adalah memberikan kontribusi sesuai keahliannya untuk mewujudkan visi dan misi FLP.

Pasal 9
Sistem kaderisasi anggota

Sistem kaderisasi anggota adalah sebuah sistem yang mengarahkan anggota untuk menjadi seorang penulis berkualitas yang memiliki visi misi FLP dan atau profesional dalam berkarya.

Pasal 10
Asas Kaderisasi

(1)     Asas Kebersamaan
Setiap anggota berupaya menggali potensi bersama, saling memberi, menerima dan mendukung, tanpa meninggalkan kompetisi yang sehat dalam berkarya
(2)     Asas Kontinuitas
Setiap anggota memiliki kontinuitas dalam berkarya dan terlibat dalam proses pembinaan
(3)     Asas Kompetensi
Setiap anggota menjaga dan meningkatkan kualitas karya dengan penuh keikhlasan, kekuatan tekad, dan memiliki kejelasan arah serta tujuan dalam mencerahkan umat.

Pasal 11
Visi dan Misi Kaderisasi

(1)     Visi
Mengkader penulis agar mampu berprestasi dan mencerahkan umat.

(2)     Misi
a.       Menyiapkan kader yang senantiasa berusaha memperbaiki diri dan karyanya sebagai wujud pertanggungjawaban moril terhadap masyarakat.
b.       Menyiapkan kader yang mampu mengembangkan bakat kepenulisannya secara produktif

Pasal 12
Jenjang Kaderisasi

(1)     Rekruitmen
a.       Rekruitmen anggota berlandaskan pada 3 (tiga) sifat, yakni:
                                                            i.      Keislaman
                                                           ii.      Kepenulisan
                                                         iii.      Keorganisasian
b.       Model rekruitmen meliputi berbagai kegiatan yang diselenggarakan FLP yang mekanismenya sebagai berikut:
                                                            i.      mengisi formulir pendaftaran,
                                                           ii.      mengisi kuisioner,
                                                         iii.      membawa contoh tulisan
c.       FLP Wilayah berhak melakukan penyesuaian mekanisme rekruitmen jika dianggap perlu
d.       Rekrutmen bisa dilakukan setiap saat atau sekurang-kurangnya enam bulan sekali
(2)     Perpindahan keanggotaan
a.       Anggota yang berpindah domisili maka berhak mengurus keanggotaannya di tempat domisili yang baru
b.       Anggota yang berpindah domisili menyerahkan rekomendasi dari FLP di tempat terdaftar sebelumnya
(3)     Jenjang keanggotaan
a.       MUDA, yaitu mereka yang memiliki keinginan, ketekunan untuk menulis, namun belum memiliki pengalaman dan pengetahuan menulis.
Output: kader FLP yang mampu menulis karya fiksi atau non fiksi yang belum pernah dipublikasikan di media massa
b.       MADYA, yaitu mereka yang telah menghasilkan karya di media massa lokal atau nasional dan atau pernah memenangkan sayembara penulisan tingkat daerah maupun nasional, namun belum cukup aktif.
Output: Kader FLP yang menghasilkan karya bermutu, aktif menulis di berbagai media massa, karyanya dibukukan, serta dapat menjadi trainer bagi Kelompok MUDA
c.       ANDAL, yaitu mereka yang aktif menulis di berbagai media, telah membukukan karya-karyanya, pernah menjuarai sayembara penulisan tingkat nasional dan atau menjadi akademisi pada bidang sastra atau bidang jurnalistik, serta menjadi pembicara dalam berbagai acara yang berkaitan dengan kepenulisan.
Output: Kader FLP yang diakui kapasitas dan kredibilitasnya di daerah/ nasional, mampu menjadi kritikus yang baik, menjadi trainer bagi semua jenjang keanggotaan.
(4)     Model Pembinaan Rutin
a.       Pembinaan Rutin berbentuk Kelompok Diskusi yang dipandu minimal seorang trainer
b.       Pembinaan Rutin diikuti semua anggota dalam tiap kelompok jenjang berdasarkan mekanisme yang ditetapkan
c.       Materi Pembinaan Rutin berbasis pada kurikulum kaderisasi sesuai jenjang keanggotaan yang disusun oleh Badan Pengurus Pusat dan dapat dikembangkan oleh FLP Wilayah, Cabang atau Ranting.
d.       Aktivitas tiap jenjang
                                                            i.      Kelompok Diskusi MUDA diarahkan, dibina dan dipimpin oleh anggota MADYA atau ANDAL
                                                           ii.      Kelompok Diskusi MADYA diarahkan, dibina dan dipimpin oleh anggota ANDAL
                                                         iii.      Kelompok Diskusi ANDAL saling mengarahkan, membina dan bertukar posisi kepemimpinan dalam jangka waktu yang disepakati untuk meningkatkan profesionalitas
                                                         iv.      Dalam kondisi tertentu dapat dilakukan penyesuaian jenjang trainer
(5)     Model Pembinaan Khusus
a.       Pembinaan Khusus berbentuk Workshop yang diselenggarakan oleh Dewan Pertimbangan FLP
b.       Pembinaan Khusus diikuti oleh anggota yang dipilih melalui proses seleksi Dewan Pertimbangan FLP
c.       Proses seleksi dan mekanisme Pembinaan Khusus akan ditentukan kemudian oleh Dewan Pertimbangan FLP
(6)     Peningkatan Jenjang
a.       Peningkatan Jenjang adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas anggota berdasarkan jenjang yang ada
b.       Mekanisme peningkatan jenjang ditetapkan oleh pengurus FLP Wilayah, Cabang atau Ranting


Pasal 50
Divisi Advokasi Penulis

(1)     Divisi Advokasi Penulis adalah divisi yang terdiri atas orang-orang yang berkompeten dalam bidang hukum untuk memperjuangkan hak-hak anggota FLP sebagai penulis.
(2)     Tugas Divisi Advokasi Penulis adalah:
a.       Menyosialisasikan hak, kewajiban, dan etika penulis kepada anggota FLP.
b.       Menjalankan fungsi konsultasi dan bantuan hukum





Bali, Agustus 2013
Point-point Penting dalam AD ART Point-point Penting dalam AD ART Reviewed by Ahmad Lamuna on 15.23 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.