1 - 1 = 3


Bismillahirrahmanirrahim



Sebelum kita membahas tema kali ini, ada baiknya saya mengingatkan kembali tentang pembahasan materi hari Rabu minggu lalu (20 Mei 2015), yaitu tentang konsep seorang Muslim. Karena materi hari ini masih berkaitan dengan materi sebelumnya.

KONSEP seorang MUSLIM adalah MENYERAHKAN DIRI (NYA KEPADA ALLAH SUBHANALLAHU TA'ALA)

Apabila seseorang mengaku dirinya seorang Muslim, namun ia seringkali mendebat atau membantah aturan yang telah di syariatkan-Nya, maka ia bukanlah tergolong Muslim. Karena orang yang mendebat itu disebut dengan RODDUN, yang artinya membantah atau melawan!


Baiklah, mari kita kembali pada tema malam hari ini yang berjudul : 1 - 1 = 3

Dalam perhitungan matematika, 1 - 1 = 0 , bukan? Namun, dalam rumus seorang Muslim itu tidaklah sama. 1 - 1 = 3 atau bahkan lebih dari tiga. Bagaimana bisa? Ustadz Nuzul Dzikiri, Lc akan menjelaskan bagaimana rumus seorang Muslim itu dapat menghasilkan nilai yang tidak sesuai dengan logika manusia, berikut kajiannya :


Dalam surat As-Saffat ayat 102 mengatakan :

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah, bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (ALLAH) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Pengorbanan (ujian) yang dilakukan Nabi Ibrahim AS adalah pengorbanan paling berat (terekstrim) dalam sejarah dunia. Karena bersihnya hati Nabi Ibrahim AS, Allah Subhanallahu Ta'ala memberi gelar kepadanya sebagai "Kekasih Allah".


Beberapa faktor pengorbanan Nabi Ibrahim AS :
- Mendapatkan perintah untuk menyembelih anak kandungnya sendiri
- Ismail adalah anak semata wayang yang kehadirannya dinanti selama 86 tahun
- Allah Subahanallahu Ta'ala memerintahkan untuk menyembelih sang anak ketika anaknya sedang (masa remaja) yang dibanggakannya.
- Perintah meng-eksekusi (menyembelih) anaknya harus langsung dengan tangannya sendiri. 

Adakah orang-tua yang sanggup membunuh anak kandung dengan tangannya sendiri?

Allah Subhanallahu Ta'ala menguji keduanya, seberapa menyerahkah diri keduanya Kepada Tuhannya. Dalam surat As-Saffat ayat 103 menyebutkan "Falamma aslama..." (Maka ketika keduanya telah berserah diri...)

Ismail dibaringkan, pisau segera di hunuskan dekat leher Ismail. Nabi Ibrahim tidak menolak atau mempertanyakan perintah terberat itu. Nabi Ibrahim AS bila mendapatkan perintah-Nya selalu mengatakan "Sami'na wa ato'na" (Kami mendengar dan kami taat)

Nabi Ibrahim, adalah nabi yang paling cerdas/pintar/logis di seluruh dunia, tetapi ketika diperintahkan Oleh Allah Subhanallahu Ta'ala, nabi Ibrahim tidak menggunakan akal/logikanya. Nabi Ibrahim tidak menggunakan analisa, tetapi menggunakan keyakinan/keimanannya untuk melakukan penyembelihan tersebut.


Hasil akhir dari rumus 1 - 1 = 3 dari kisah Nabi Ibrahim ini, adalah :
1. Ismail diselamatkan Oleh Allah Subhanallahu Ta'ala di detik-detik terakhir.

2. Digantikan berupa kambing yang gemuk dan bisa dimakan/nikmati bersama.

3. Allah Subhanallahu Ta'ala memberikan kabar gembira kepada keluarga Nabi Ibrahim, yaitu akan dikaruniakan anak kedua bernama Ishak (Yang akan dijadikan seorang Nabi juga)

"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh."
"Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri."
(QS. As-Saffat 37 : 112-113)


Rumus tersebut diatas bahkan bisa lebih dari 3, antara lain :
- Allah Subhanallahu Ta'ala puji sampai akhir dunia, dengan keselamatan bagi Nabi Ibrahim AS.
- Ganjaran bagi Nabi Ibrahim dan orang-orang yang baik
- Keimanan Nabi Ibrahim diakui menjadi salah-satu hamba yang sangat yakin Kepada Allah Subhanallahu Ta'ala


Kita seringkali menggunakan logika ketika menerima perintah agama. Padahal matematika manusia berbeda dengan perhitungan Allah Subhanallahu Ta'ala. Dan Allah Subhanallahu Ta'ala tidak terkungkung dengan logika manusia!

Dalam surat At-Thalaq ayat 12 disebutkan,
"Allah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu."

Dari ayat diatas jelas bahwa tidaklah Allah Subhanallahu Ta'ala memberikan ilmu-Nya, kecuali hanya sedikit saja kepada manusia. Dan ketik logika manusia tidak berlaku, disitu ada kekuasaan Allah!


Surat Al-Mulk ayat ke-2 :
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Surat Al-Ankabut ayat 2-3 :
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

Ketika mendapatkan ujian-Nya, benarkah kita seorang muslim (menyerah). Atau hanya dusta yang hanya mengaku-ngaku seorang muslim? 


Ingatlah, surga itu tidak murah! Surga dikitari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan kita. Sebaliknya, neraka dilingkupi dengan hal-hal yang menyenangkan dan sesuai dengan hawa nafsu kita.


Surat At-Taubah ayat 25 :
"Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang."


Dari surat ini, Allah Subhanallahu Ta'ala ingin melihat pembuktian penyerahan diri kita. Dan Allah akan membantu di detik-detik terakhir. Jadi, jangan berhenti untuk berdoa dan berusaha, karena Allah Subhanallahu Ta'ala akan melihat bukti loyal dan kesungguhan diri kita Kepada-Nya...



Demikianlah isi materi kajian rutin mingguan ini yang di selenggarakan oleh 
The Rabbaanians, di Ruang utama Masjid Agung Al-Azhar Jakarta. Semoga kita tergolong menjadi hamba yang loyal dan bersungguh-sungguh menjalankan syariat-Nya...Aamiin


Jakarta, 27 Mei 2015
1 - 1 = 3 1 - 1 = 3 Reviewed by Era Elenra on 17.26 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.