Mahfuzat



Allah itu Maha Indah dan suka dengan keindahan. Karenanya Al Quran mengandung tiga nilai. Yaitu: Kebenaran, Kebaikan dan Keindahan. Ketiga nilai ini sebaiknya saling berkelindan dalam nilai-nilai yang disampaikan.

Karena itu Syair dan Sastra dalam Islam memiliki tujuan yang tidak sia-sia. Yaitu harus mengandung ketiga unsur seperti yang disebutkan dimuka. 

Dalam khasanah hikmah, kita pasti akan mendapati bahwa umumnya para Ulama adalah penyair. Seperti Ibnu Athailah, Jalaluddin Rumi, Rabi’ah, Syaikh Nidzami, bahkan Imam Syafi’i pun bersyair. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai untaian hikmah dan berbagai kalimat motivasi yang kita sebut sebagai Mahfuzat. 
Seperti contoh berikut:

Man jadda wajada,
Man shabara zhafira,
Man shadaqa najaa,
Man saara ‘alad-darbi washala.
(Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang sabar akan beruntung, siapa yang jujur akan selamat, siapa yang komit dijalannya akan sampai ditujuan)

Mahfuzat adalah serangkaian kalimat yang harus dihafal oleh para santri. Awalnya adalah untuk mengajarkan tatanan, gaya bahasa, dan susunan kalimat dalam bahasa Arab yang indah untuk para santri.

Mahfuzat adalah serangkaian kalimat hikmah yang lahir dari hasil refleksi, kontemplasi dan perenungan mendalam para Ulama. Yang mereka rekam dari berbagai macam pengalaman, kejadian juga pengamatan hidup.

Tentu hasilnya adalah luar biasa. Jikalau kita juga bisa ikut dalam merenungkan dan turut memasyarakatkan kalimat-kalimat luhur bersastra tersebut
.
Berikut adalah beberapa contoh dari Mahfuzat. 

“Al Bahru wara’akum, wal ‘aduwwu amaamakum, ‘ainal mafar?”(Laut didepanmu, dan musuh dibelakangmu, engkau mau lari kemana?)

“Aji’ kalbaka, tatba’aka”(Laparkan anjingmu, maka dia akan mengikutimu)

“Al ihsaanu riqq, wal mukaafa-atu ‘itq”(Kebaikan adalah kelembutan, dan kebercukupan adalah pembebasan.”

“Ashlur-rajuulu aqluhu,
Wa hasaabuhu diinuhu,
Wa muru’atuhu khuluquhu”
(Pangkal utama seseorang adalah akalnya, dan kemuliaannya adalah agamanya, sedangkan kepribadiannya adalah akhlaqnya)

“Afdhalu zuhdi, ikhfa’u zuhdi”(Zuhud yang terbaik adalah menyembunyikannya).

“Akbaru dawaa-i, taqdiirul-ghidzaa-i”(Sebaik-baik obat adalah mengatur pola makan).

“Man saasa nafsah, saada naasah”(Siapa yang mampu mengendalikan diri, akan memimpin orang lain.)

“Rubba jahlin wuqi’at bihi Ulamaa, wasafahin humilat bihi hulamaa”(Berapa banyak kebodohan yang terhindar dari ulama, dan berapa banyak perbuatan keji yang terhindar dari orang yang tabah)

“Rubba ‘umrin ittasa’at amaaduhu wa qallat amdaaduhu, 
wa rubba ‘umrin qaliilatin amaaduhu katsiiratin amdaaduhu”. 
(Berapa banyak umur yang panjang tetapi manfaatnya kurang, dan berapa banyak umur pendek, tetapi banyak manfaat).

”Iimaanu mar-in laa  yakuunu takaamalaa, 
hatta taraa naasaan bi-ibili mutstsilaa”
 (Iman seseorang tidak akan sempurna, sampai tidak membedakan antara dilihat orang atau unta).

“Al Aqlu qaadhi ‘aadil, 
wal’ujuubu duu qaatil, 
al ‘umru dhayifu raahil, 
wal maalu zhillu zaa-il” 
(Akal adalah hakim yang adil, sedangkan ujub akan membunuhmu, umur adalah tamu yang akan pulang, sedangkan harta adalah naungan yang akan sirna)

“At-ta’allumu fiish-shigari, ka-naqsyi ‘alaa al-hajar.”(Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu)

“Al-Ilmu shaidu wal kitaabatu qaiduhu, qayyid shuyuudaka bi hibaali watsiqah”(Ilmu adalah binatang buruan, sedangkan menulis adalah pengikatnya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat)

“A maa taral asada yukhsyaa wa hiya shaamitah, wal-kalbu yukhsaa la’imrii wa huwa nabbah”(Apakah enkau tidak melihat bahwa singa ditakuti karena ia diam? Sedangkan anjing dipermainkan karena ia suka menyalak.)

Semoga menginspirasi!
Mahfuzat Mahfuzat Reviewed by Ahmad Lamuna on 4:02 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.