Anak dalam Asuhan Rusa



Our virtuous ancestors (may God be gracious to them!) tell us, that there is an Indian island, situate under the Equinoctial, where men come into the world spontaneously without the help of father and mother. For this island enjoys the most equable and perfect temperature of all places on the Earth, because it receives its light from the highest possible point in the heavens; though it must be confessed that such an assertion is contrary to the opinion of the majority of philosophers and the most celebrated physicians, who affirm that the fourth clime has the most equable temperature of all inhabited regions. (Hayy ibn Yaqdzan; Project Gutenberg)

Itulah sepenggal kalimat pembuka sebuah novel yang menginspirasi banyak novel yang terkenal. 

Novel itu adalah novel yang bertajuk Hayy bin Yaqdzan karya Ibn Thufail. Seorang Doktor pada Universitas Andalus di Spanyol. Beliau terlahir pada tahun 1106 M dengan nama Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Thufail Al Andalusi. Yang di Eropa lebih dikenal dengan nama Abu Bacer. Beliau adalah seorang dokter, Ilmuwan, pemikir dan filosof. Termasuk juga salah seorang dari guru Ibnu Rusyd, yang membantah kitab Tahafut Imam Ghazali dengan kitab Tahafut.

Novel Hayy bin Yaqdzan menceritakan tentang kisah seorang anak yang hidup sebatang kara. Ia tumbuh dan berkembang disebuah pulau tropis dalam asuhan seekor rusa. Dengan anugrah Allah, ia memperoleh pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh melaluin panca indra, percobaan ilmiah hingga sampai kepada teori Filsafat Pencerahan.

Kekuatan Novel Hayy bin Yaqdzan adalah antara lain.
1.       Novel ini kaya gizi. Ia merupakan sebuah ringkasan pemikiran filosofis Ibn Thufail yang disajikan secara ringan. Membaca Novel ini selain menghibur, juga mencerahkan.
2.       Alur dalam Novel ini juga apik. Ibn Thufail menyusun rangkaian kehidupan Hayy ibn Yaqdzan secara teratur.
3.       Penokohan yang kuat. Selain tokoh Hayy, Ibn Thufail juga akan membuat kita terpesona dengan tokoh Ibsal dan Salaman

Hal lain adalah pengaruh novel Hayy bin Yaqdzan dalam perkembangan sastra Dunia.

Beberapa novel yang menurut Sastra Perbandingan terinspirasi dari novel Hayy bin Yaqdzan adalah:
1.       El Criticon karya Baltazar Gracian. Novel El Criticon menceritakan tentang seorang filosof yang bernama Critillo yang selamat dari karamnya kapal. Ombak membawanya terdampar ke pantai Santa Alina. Kemudian ia bertemu dengan Andriano yang terbiasa hidup di alam bebas. Andriano adalah seorang anak yang juga tak tahu menahu tentang asal usulnya. Lalu alur berkembang dengan persahabatan antara Critillo dengan Andriano.
2.       Robinson Crosou karya Daniel de Foe juga salah satu novel yang disebut mendapat inspirasi dari Kisah Hayy bin Yaqdzan. Hal ini menurut Ernst Beker dalam bukunnya The History of English Novel 1942 menyebutkan bahwa kisah Hayy Ibn Yaqdzan merupakan salah satu rujukan dari kisah Robinson Cursou.
Pendapat ini dikuatkan oleh Antonio Pastor yang menegaskan tentang kesamaan yang terdapat pada dua cerita, seperti bangunan pembuatan tempat penyimpanan makanan pembuatan pakaiann, pemancingan ikan dan penyembelihan hewan.
3.       The Jungle Book karya Rudiyart Kipling adalah novel berikutnya yang juga terpengaruh Hayy bin Yaqdzan. Silakan anda bandingkan antara kehidupan Mowgly seorang anak dalam asuhan kambing hutan dengan kehidupan Hayy bin Yaqdzan anak dalam asuhan Rusa. Walaupun Kipling tidak menjadikan Mowgli sebagai manusia berkecerdasan tinggi, tetapi Kipling telah memanusiakan Mowgli.
4.       Novel fenomenal lain yang terinspirasi dari kisah Hayy bin Yaqdzan, adalah Tarzan karya Edgar Rice Bourough. Untuk novel ini, tidak perlu diceritakan lebih lanjut, karena siapa yang tak kenal Tarzan.

Terakhir, novel Hayy bin Yaqdzan adalah novel yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Karena novel ini telah menginspirasi karya-karya fenomenal lain.

Selamat membaca!
Semoga terinspirasi!
Anak dalam Asuhan Rusa Anak dalam Asuhan Rusa Reviewed by Ahmad Lamuna on 16.44 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.