Dakwah Seni dan FLP

Berbicara tentang FLP seharusnya selalu dikaitkan denganpembicaraan tentang seni dan da’wah. Karena FLP didirikan dengan harapan dankomitment menulis adalah berda’wah. Irfan Hidayatullah menyebutkan bahwa membacaFLP berarti adalah membaca sebuah usaha sungguh dalam merepresentasikan sebuahidentitas kultural keislaman. Dan identitas kultur itulah yang seyogyanya dibangun oleh seluruh anggota Organisasi Kepenulisan yang berorientasi Da’wahini.

Dalam sejarahnya antara seni dan da’wahmemang tak dapat dipisahkan. Kita dapat melihat bagaimana para pendahulu da’wahdi tanah air memanfaatkan seni dan kebudayaan sebagi senjata da’wah yang ampuh.Para Kanjeng Sunan itu, memanfaatkan bahkan menyadur seni Hindu (Mahabarata danRamayana) sebagai sarana penyampaian Islam. Tidak hanya itu, karya sastraseperti hikayat, cerita panji dan babad juga digubah dalam penyampaianda’wah.  Dalam kesempatan lain tidak sedikit para ulama yangmembuat tulisan-tulisan berseni yang asli produk Islam.

Infiltrasi Islam melalui bidang budaya memang tidak dapatterbantahkan adanya. Jadi sesungguhnya FLP adalah usaha sadar dalam melanjutkankiprah perjuangan para penulis pendahulunya itu.

Melihat karakter Da’wah yang bersifat Global, yang bukanhanya dalam masa kekinian, melainkan sebagai sebuah perjuangan yangberkesinambungan. Sudah seyogyanya ada sebuah “link” antara FLP dengan bangunanraksasa yang bernama Da’wah itu.

FLP semestinya mampu mengidetifikasikan diri sebagaisalah satu komponen dalam sistem Da’wah Islamiyah. Dalam hal ini, FLP dapatbekerjasama secara reguler dan kontinu dengan komponen-komponen Da’wah yanglain. Entah itu yang “serumpun” komponen seni-seni Islam (misalkan dalankegiatan pentas seni dan budaya). Atau yang tidak serumpun, misal dalam bidangEkonomi, Politik, Pendidikan atau Kesejahteraan Rakyat.


Tentu munuju kondisi ideal ini tidak semudah kedengarannya. Banyak kendala yang terjadi di lapangan. Ada banyak hal yangharus dikerjakan secara serius oleh semua komponen FLP. Agar FLP menjadi sebuahorganisasi yang benar-benar kompeten dalam dunia da’wah.

1. Setiap Anggota FLP harus sadar bahwa mereka bergerakdalam da’wah.
Untukitu, Bi’ah Islamiyah adalah sebuah keniscayaan dalam interaksi setiapanggotanya. Pengurus FLP bertanggung jawab dalam perkembangan WawasanKeislaman. Wawasan tentang sejarah perkembangan seni Islam juga perlu diketahuioleh setiap anggota FLP. Sehingga gerak FLP tidak kehilangan orientasinya. Disamping itu pemahaman  tentang fiqhda’wah adalah sebuah keharusan. Di samping wawasan tentang dunia Islam.

2.FLP harus pro-aktif dan kreatif dalam mengadakan kerjasama dengan komponenda’wah yang lainnya.
Untuk melaksanakan Da’wah yang bersinergi dengan gerakan da’wah kontemporer, hendaknya setiap kita perlu betul dalam melihat isu-isu yang beredar di dalammasyarakat. Mengetahui karakter dan marhalah yang dilakukan oleh Gerakan Islamlain, juga sangat diperlukan.
BagiFLP ranting yang berada di kampus-kampus, kerja sama dengan Lembaga Da’wahKampus juga dapat di laksanakan. Bagaimanapun bentuknya.

3.FLP harus mempunyai agenda Da’wah.
Sebuah kegiatan, betapapun kecilnya, haruslah memiliki perencanaan yang matang.Apalagi gerakan Da’wah yang sangat besar. Perencanaan ini menyangkut Nilai,Orientasi, Strategi dan Sistem. Sudah saatnya bagi FLP untuk membuat settinggoal yang berorientasi terhadap perkembangan Da’wah Islamiyah.

Wallahualam bi shawab
Dakwah Seni dan FLP Dakwah Seni dan FLP Reviewed by Ahmad Lamuna on 9:21 PM Rating: 5

1 comment:

Powered by Blogger.